sidang kasus pencabulan
PENCABULAN ANAK : Suasana Sidang Putusan Terdakwa Lukas Lucky Ngalngola alias Bruder Angelo yang dipenuhi awak media dan masyarakat umum, di Ruang Sidang 3 Kantor Pengadilan Negeri Depok, Kamis (13/01). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua Majelis Hakim yang dipimpin, Ahmad Fadil menyatakan sidang putusan terdakwa Lukas Lucky Ngalngola alias Bruder Angelo ditunda hingga Kamis pekan depan (20/01).

Perkara dengan nomor : 317/Pid.Sus/2021/PN Dpk ditunda karena Majelis Hakim belum selesai musyawarah dalam menetapkan putusan kepada Terdakwa.

Lukas menjalani sidang atas tindakannya mencabuli kepada anak di bawah yang ada di Panti Asuhannya di Perumahan Mutiara Depok.

Ada tiga anak yang dijadikan terdakwa sebagai tempat pelampiasan nafsu bejatnya, bahkan dalam fakta persidangan terdakwa menjemput para korban dari berbagai daerah terpencil dengan diimingi-imingi ilmu agama dan kehidupan layak.

“Untuk sementara, agenda sidang hari ini ditunda. Karena Majelis Hakim belum selesai musyawarah dalam menetapkan putusan dalam perkara ini,” kata Fadil saat membaca keputusan penundaan di Ruang Sidang 3, Kamis (13/01).

Dilokasi yang sama Kasi Pidana Umum Kejari Depok, Arief Syafrianto bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) A.B Ramadhan menyampaikan menerima penundaan sidang putusan tersebut.

Namun, Arief memastikan bila putusan hukuman bagi terdakwa harus sesuai tuntutan, yaitu selama 14 tahun pidana penjara.

“Kalau bisa lebih berat hukumannya, karena yang jadi korban anak-anak,” jelasnya kepada Radar Depok.

Sebelumnya pada sidang tuntutan JPU menyatakan Terdakwa Bruder Angelo telah melanggar Pasal 82 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya