pengerjaan drainase
PENGERJAAN DRAINASE: Suasana pengerjaan drainase di Jalan Akses UI Kota Depok. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hilangnya sejumlah pohon tua di sepanjang Jalan Akses UI diduga akibat adanya pembangunan drainase di lokasi tersebut, sangat disayangkan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Sri Utami.

Sri Utami menyebutkan, selama tujuh tahun jadi anggota DPRD di Kota Depok, belum ada peremajaan pohon di sepanjang Akses UI.

“Pohon di sana adalah pohon-pohon yang diameternya mungkin lebih dari 50 centimeter, dan seingat saya sewaktu masa kecil ditanam di zaman pak Soeharto, sekitar tahun 1987-an,” ungkap Sri Utami.

Sri juga menyesalkan pembangunan drainase ini, karena DED nya itu tidak mengindahkan prinsip-prinsip kota hijau.

Sri menyontohkan, bila di Australia jalan itu kalau ada pohon, itu dibelokkan. Hal itu penghargaan terhadap pohon.

“Karena pohon itu tumbuh besar membutuhkan waktu puluhan tahun, kalau menggergaji lima menit saja jadi. Tetapi kerugiannya sangat besar sekali, apalagi pohon itu rindang sekali dengan daun yang banyak, sangat berjasa untuk suplai oksigen di wilayah sekitarnya,” tegas Sri Utami.

Kemudian menyerap polutan dari kendaraan yang lalu-lalang di sana. Diketahui, akses UI itu cukup macet.

“Ini mendesak, Alhamdulillah Bappeda sudah memakai tagline Green Smart City, ini harus diikuti dengan sosialisasi kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan kepada seluruh stakeholder. Dinas PUPR, DLHK, Dishub, Rumkin, ketika membangun harus menyosialisasikan kepada konsultan perencana dan pelaksana, sekaligus pengawasnya,” tandasnya.

Sri Utami mengatakan, hal itu yang sering disampaikan penting sekali untuk menyusun DED, sebagai tindak lanjut dari atribut pertama kota hijau, yaitu green planning dan design.

Menurutnya, hal ini sangat mengkhawatirkan. Pohon yang besar itu gak mungkin, sekalipun dia secara aturan bisa digantikan dengan pohon senilai. Tetapi kecil-kecil. Kalau pohonnya sudah besar itu rantingnya sudah banyak, daunnya banyak.

“Kebijakan pembangunan kota hijau ini haruslah segera dilaksanakan. Apalagi sebentar lagi Musrenbang untuk 2023, saya berharap sudah mulai menerapkan prinsip-prinsip kota hijau. Kita konservasi alam air kita, tanah kita, pengelolaan sampah, kemudian juga pengendalian polutan dan suplai oksigen di Kota Depok,” pungkasnya. (gun/**)