street race
LOKASI : Terminal Bus Jatijajar yang akan di jadikan tempat Street Race. IVANNA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ini menjadi kabar baik buat pebalap motor liar di Kota Depok. Tak lagi harus kucing-kucing dengan polisi kala memacu si kuda besi. Justru, polisi bakal memberi wadah buat mereka menekuni olahraga pemacu adrenalin tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen adil Imran, resmi membuka ajang Street Race (balap jalanan) sebagai wadah untuk para pebalap liar. Balapan digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (16/1). Setidaknya 350 pembalap jalanan ikut serta dalam acara tersebut.

Kegiatan serupa juga akan digelar di wilayah penyangga Jakarta. Setidaknya sudah ada dua lokasi yang siap menggelar, yakni di Serpong, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Belakangan, Kota Depok juga menyatakan kesiapan diri menjadi tuan rumah. Sementara ini, sudah ada satu opsi lokasi. Di Jatijajar, Tapos. Dekat dengan Terminal Jatijajar.

Kasat Lantas Polres Metro Depok, AKBP Jhoni Eka Putra mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi tersebut. “Sangat cocok buat dijadikan tempat street race. Wilayah Jatijajar dekat dengan terminal,” ungkap Jhoni, Senin (17/1).

Saat ini, pihaknya tinggal menunggu restu dari Polda Metro Jaya. Lokasi sudah diajukan. “Sudah kita ajukan ke Polda Metro Jaya, namun belum ada jawaban. Lintasan yang ada di wilayah Jatijajar mulai dari pintu masuk ke terminal ke dalam jarak sekitar 370 meter,” terang Jhoni.

Sama halnya dengan perintah Kapolda, Jhoni mengatakan, wadah street race sebagai bentuk pemeliharaan kamtibmas, khususnya menangkal aksi balap liar.

“Daripada balap liar di jalan banyak kerugian, mending ikut dalam street race ini yang telah terlebih dahulu diadakan Polda Metro Jaya di daerah Ancol selain resmi juga dapat mencari bibit unggul untuk maju ke tingkat nasional khususnya dalam balap motor,” tukas dia.

Soal wacana ini, Kepala Unit Tata Usaha Terminal Jatijajar, Dudi Marsudi menjelaskan, pihaknya masih menunggu dari pusat untuk informasi selanjutnya. Saat ini kami baru mendapat laporan hanya sebatas Terminal Jatijajar akan dijadikan street race. Untuk selanjutnya, kami belum mendapatkan informasi lagi,” jelasnya.

Dia masih melihat kondisi dan situasi sekitar. Karena terminal terbuka 24 Jam. “Kami masih melihat situasi dan kondisinya dulu, karena terminal buka 24 jam dan masih ada warga yang tinggal disekitar sini,” beber dia.

Street race terbagi dalam beberapa kelas, yakni matic empat, sport dua tak, kelas sunmori, bebek dua tak, bebek empat tak, kelas FFA, sport 4 tak, dan kelas vespa.

Mudah-mudahan bisa setiap bulan sekali, dan tempat ini pun nanti kita bicara dengan komunitas agar bisa kita laksanakan seminggu sekali di malam hari. Terserah di malam apa, nanti jalannya kita tutup untuk balapan,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Melalui ajang ini, diharapkan angka kecelakaan akibat balapan liar bisa diminimalisasi. “Korban kecelakaan balap liar itu cenderung tidak tercatat karena tidak dilaporkan. Mereka kecelakaan, langsung dibawa sehingga mereka tidak melapor ke kita. Tapi dengan adanya Street Race ini kecelakaan bisa nggak ada,” pungkas Sambodo.

Salah satu joki dalam Club Motor Boyza Indonesia, Ramzi Maulana menuturkan, rencana penyelenggaraan street race di Terminal Jatijajar dinilai baik. Biasanya, dirinya bersama klub motornya melakukan balap liar di kawasan Jalan Alternatif Cibubur.

Ini merupakan sesuatu yang baik, untuk mengurangi para pebalap liar yang mengganggu jalur kendaraan yang lain,” tegasnya.

Ramzi menambahkan, klub motornya akan turut bergabung dalam street race tersebut, dengan harapan perencanaan pembuatan street race akan segera terealisasi. Kita akan gabung. Tapi dilihat dulu street racenya. Ada kelas apa saja. Tapi semoga semuanya dapat terealisasi,” tandasnya. (van/jpc)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Junior Williandro