TEREKAM : Dua tersangka pencurian tabung oksigen di RSUD Depok, terekam kamera CCTV saat beraksi. NURHIDAYATI FAUNA/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Delapan tabung oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok digondol maling. Aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera CCTV yang terpasang di gudang penyimpanan.

Dalam rekaman CCTV tersebut memperlihatkan, dua orang tengah membawa tabung oksigen yang tersimpan dalam penyimpanan di rumah sakit berplat merah milik Pemkot Depok.

Direktur RSUD Kota Depok, Devi Mayori membenarkan ikhwal tabung oksigen tersebut. Kata dia, pencurian tabung milik RSUD Kota Depok telah diketahui pada Selasa 25 Januari 2022.

“Iya delapan tabung gas kita berusaha dicuri kejadian itu hari selasa tanggal 25 Januari sekitar jam tiga dini hari,” Tutur Direktur RSUD, Devi Maryori kepada Radar Depok.

Hilangnya tabung oksigen diketahui saat petugas melakukan pengecekan tabung gas. Saat pemeriksaan itu, tabung oksigen yang tersimpan berkurang, sehingga dilakukan pengecekan.

Delapan tabung gas yang hilang berukuran enam meter kubik sebanyak enam buah dan ukuran satu meter kubik sebanyak dua buah. Devi Maryori mengungkapkan, tersangka menggunakan modus ambulans untuk beraksi.

“Mereka dua orang menggunakan ambulans,” ungkapnya.

Devi menuturkan agar tidak terjadi peristiwa serupa, pihak rumah sakit telah mengevaluasi keamanan di RSUD Depok.

“Kita evaluasi kemanan kita agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari,” tuturnya.

Untuk saat ini, peristiwa telah dilimpahkan ke Kapolsek Bojongsari.

“Pada saat itu juga langsung kita lapokan ke Kapolsek Bojongsari,” tutup Devi.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Bojongsari, Iptu Bowo mengatakan, pencurian tabung oksigen di RSUD Kota Depok telah diamankan pihaknya. Berdasarkan pengakuan tersangka, CAN (23) yang menjadi relawan pengemudi ambulans, dia nekat melakukan aksi tersebut karena kepepet kebutuhan biaya kuliah.

“Pelaku kuliah di salah satu Universitas Swasta di Jakarta, ambil jurusan Teknik Industrial. Ternyata dari menjadi relawan sopir ambulance tidak menutupi segala kebutuhan biaya hidup pelaku salah satunya buat bayar yang kuliah tidak terbayar, ” ujar Iptu Bowo kepada Poskota usai dikonfirmasi, Kamis (27/01) sore.
Mantan Kasubnit Jatanras Polres Metro Depok ini mengungkapkan dalam melakukan aksinya pelaku CAN ditemani seorang temannya I mencuri tabung gas dari dalam gudang penyimpanan tabung oksigen di RSUD Kota Depok.
“Saat mencuri gudang tempat menyimpan tabung sedang dalam tidak keadaan terkunci sehingga ada kesempatan pelaku bersama kedua temannya membawa troli ke depan rumah sakit diangkut dengan mobil ambulans tempatnya bekerja supaya tidak mencurigakan, ” ungkapnya.
Pada saat kejadian petugas jaga yang ada di depan diketahui sedang tidak ada sehingga pelaku leluasa keluar masuk rumah sakit dengan membawa tabung gas.
“Ada sebanyak delapan tabung perincian dua tabung oksigen ukuran 1 kibik dan enam tabung ukuran 6 kibik dengan total kerugian mencapai Rp32 juta,” tuturnya.

Perwira jebolan Ahli Golongan angkatan 2017 ini menambahkan pelaku dapat tertangkap setelah anggota mendapatkan rekaman CCTV dari TKP.
“Setelah didalami keberadaan pelaku diketahui ada di rumah orangtua daerah Kebon Duren, Kali Mulya, Kecamatan Cilodong, ditangkap pada Kamis (27/01) dini hari ditangkap saat sedang istirahat, ” tuturnya.
Sementara itu berdasarkan pengakuan pelaku, tabung gas hasil curian masih belum dijual.

“Tabung gas masih belum dijual. Rencana mau dijual dan keuntungan digunakan buat menambah biaya hidup sehari-hari termasuk buat meneruskan kuliah yang sempat cuti karena tidak mampu bayar kuliah lantaran jadi relawan sopir ambulans sedikit, ” tambahnya.
Selain itu, CAN pria bertubuh tambun ini juga mengaku baru pertama kali melakukan hal melawan hukum.
“Saya mengaku bersalah semua ini karena untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya. (cr1)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna

Editor : Ricky Juliansyah