rahmat effendi di KPK
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi (Pepen) saat dibawa ke KPK.

RADARDEPOK.COM – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi (Pepen) terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (5/1) pukul 13:30 WIB. Saat ini Pepen sedang diperiksa di KPK.

Belum diketahui juga pihak-pihak yang diamankan KPK dalam OTT ini. Uang yang diamankan dalam OTT juga belum diketahui jumlahnya.

Para pihak yang ditangkap itu telah dibawa ke gedung KPK. Para pihak yang terjaring OTT KPK masih berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak tersebut.

Baca Juga : Jadi Tersangka, Kadishub Depok Keluar Kota

Ternyata sebelum Rahmat Effendi berurusan dengan KPK, ada juga eks Walikota Bekasi Mochtar Mohamad yang lebih dulu dihukum karena kasus korupsi. Ironi bagi warga Bekasi karena dua walikota tersandung kasus korupsi.

Mochtar Mohamad Tersandung Korupsi

Sebelumnya, eks Walkot Bekasi, Mochtar Mohamad, dinyatakan bersalah atas kasus korupsi. Mochtar dijatuhi vonis 6 tahun penjara.

Mochtar didudukkan di kursi pesakitan karena korupsi suap Piala Adipura 2010, penyalahgunaan APBD Kota Bekasi, suap kepada BPK, dan penyalahgunaan anggaran makan-minum yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar. Sempat divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada 11 Oktober 2011, Mochtar dihukum 6 tahun di tingkat kasasi.

Duduk sebagai ketua majelis kasasi Djoko Sarwoko dengan anggota Krisna Harahap dan dan Luhut Hutagalung. Tidak terima atas vonis itu, Mochtar lalu mengajukan PK tapi kandas.

“Menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Mochtar Mohamad,” demikian lansir panitera MA dalam website-nya, Kamis (27/11/2014).

Perkara dengan nomor 134 PK/Pid.Sus/2014 itu diadili oleh ketua majelis Artidjo Alkostar dengan anggota Dr Salman Luthan dan MS Lumme. Vonis itu diketok pada 30 September 2014.

Meski dipenjara 6 tahun oleh MA, Mochtar kedapatan keluyuran keluar LP Sukamiskin dan pergi ke Jakarta pada Oktober 2014. Atas hal itu, asimilasi Mochtar dicabut Menkum HAM.

Mochtar Mohamad bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, pada Minggu, 21 Juni 2015. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya