TALKSHOW : Greg Hambali saat menjadi pembicara dalam Talkshow Variegata dan Kita di Godong Ijo, Kecamatan Bojongsari, Rabu (26/01). NURHIDAYATI FAUNA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Kontes tanaman hias Aglonema Variegata dan Kita yang diselenggarakan di empat hari dari 26- 30 Desember di Godong Ijo Kecamatan Bojongsari menyiapkan Doorprize logam mulia Antam 100 gram.

Ketua pelaksana, Fitiara Arizona mengungkap, acara ini adalah agenda rutin yang diadakan tiap tahun.

“Sudah menjadi agenda rutin,” kata Fitiara kepada Radar Depok, Rabu (26/01).

Acara ini, sambung Fitiara, bagi menjadi tiga sesi, yaitu Talkshow, Bazzar dan juga Kontes Tanaman Hias Aglonema.

“Kriteria pemenang dilihat dari kesehatan tanamannya, kelangkaannya dan performa” tutur Fitiara.

Kemudian, sambung Fitiara, pemenang dalam lomba tersebut diganjar hadiah uang, di mana Juara Pertama mendapat Rp5 juta, Juara Kedua Rp3 Juta dan Juara Ketiga Rp2 juta. Sedangkan, kategori Best Show mendapat Rp10 juta.

“Ada juga doorprize berupa logam mulia Antam 100 gram,” sambungnya.

Acara ini pun memakai dana yang disumbangkan dari para donatur pecinta tanaman hias.

Tak kalah menarik acara Variegata dan kita juga turut menghadirkan The God Father Of Aglonema, yaitu Greg Hambali sebagai pengisi talkshow yang ditemani dengan keluarganya.

Greg memberikan kesan bahwa acara seperti ini harus diapresiasi agar dunia tanaman hias Indonesia bisa didengar sampai ke manca negara.

“Kegiatan seperti ini sangat bagus bagi negara kita agar dunia tanaman hias kita dapat dilirik oleh negara luar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Greg berpandangan bagi pecinta tanaman yang sering mengambil tanaman liar dari Hutan agar lebih bijak dalam memanfaatkannya.

“Boleh mengambil tanaman liar dari dalam Hutan tapi ingat ambillah dengan bijak dan bertanggung jawablah pada tanaman yang sudah diambil jangan membuang tanaman yang sudah diambil agar harga kompetitor tidak turun. Perilaku tersebut sangat tidak terpuji dan sangat menyia nyiakan tanaman yang mestinya tumbuh dengan baik di lingkungannya,” tutupnya. (cr1)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna

Editor : Ricky Juliansyah