MERUSAK MARWAH : Penampakan tower pemancar di RT 02/02, Kelurahan Pasput, yang belum memiliki IMB, dan dianggap merusak marwah Pemerintahan Kota Depok. INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, PASPUT – Semakin hari proses penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok, mengenai pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilakukan oknum pengembang tower pemancar di RT02/02, Kelurahan Pasir Putih (Pasput), Kecamatan Sawangan, kian membingungkan.

Betapa tidak, Kabid Pengawasan Terpadu (Wasdu), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Suryana Yusuf meralat ucapannya yang mengatakan sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada pengembang tower di Pasput Tersebut.

Suryana Mengatakan, ada miskomunikasi dalam internal instansinya mengenai pengawasan pekerjaan pembangunan tower di RT02/02, Kelurahan Pasput.

“Jadi sebenarnya yang kemaren kita layangkan itu baru panggilan klarifikasi, belum ada SP sama sekali,” katanya, Senin (10/01).

Baca Juga  Sambangi ODGJ, Lurah Pancoranmas Janjikan Fasilitasi Persoalan Kesehatan

Dia mengungkapkan, pihaknya baru melayangkan SP 1 kepada pengembang tower di Pasput pada Senin (10/01) ini, sembari mengirimkan tim pengawas ke lokasi proyek pembangunan tower pemancar.

“Staf tadi sudah saya suruh ke lapangan, tapi belum ada laporan yang masuk ke saya sampai saat ini,” tuturnya.

Kejadian mis komunkasi di instansi Bidang Wasdu DPMPTSP ini juga menjadi sorotan dari Komunitas Pemuda (Kuda) Depok. Sekjen Kuda Depok, Hilal Hadiana menyayangkan terjadinya mis komunikasi ini, dan merasa seperti ada upaya untuk mengulur waktu bagi pengembang tower untuk mengurus perizinannya.

“Apa-apaan ini, tower sudah berdiri, mesin juga sudah menyala, tapi IMB belum punya hanya sekedar diklarifikasi saja tanpa ada tindakan tegas. Apa mau diulur-ulur waktunya dengan membuat panggilan klarifikasi dan SP1 yang baru keluar, padahal saya sudah menyoroti kasus ini yang sudah ramai sejak beberapa minggu yang lalu,” geram Hilal.

Baca Juga  20 Hari Bendahara Damkar Nginep di Rutan Depok , Gara-gara Ini

Hilal juga menyindir pihak DPMPTSP yang terkesan menyepelekan laporan masyarakat, maupun instansi pemerintah di tingkat kelurahan. Hingga membuat penegakkan Perda di Depok jadi terkesan lembek dan mudah untuk dilanggar.

“Makanya jadi pengawas itu ketika ada laporan, turun ke lokasi biar jeas dan dapat menyelesaikan pernyataan yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan mencla mencle kayak gini,” ketusnya.

Dia menambahkan, kejadian ini cukup mencoreng marwah Kota Depok yang dinahkodai Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono. Sebagai salah satu komunitas pendukung Idris dan Imam, Kuda Depok menyayangkan lolosnya pembangunan tower pemancar tak ber-IMB ini.

“Kami sangat prihatin dengan ulah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meloloskan bangunan tanpa IMB, terlebih bangunan ini mempunyai resiko untuk lingkungan dan kesehatan orang di sekitarnya,” tutupnya. (dra)

Baca Juga  Ada Judi Togel di Bojongsari Kota Depok, Polsek Amankan Dua Pelaku

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Ricky Juliansyah