kasimadu ratujaya
KASIMADU : Lurah Ratujaya, Ahmad Soma (kiri) ketika melakukan soft lauching Pekarangan Si Madu (Kasimadu) di Jalan Gandaria 1, Gang Lemba 3 No. 38 A RT 03 RW 06, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung. FOTO : GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, RATUJAYA – Budidaya madu kelanceng atau trigona merambah ke masyarakat Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung. Mereka mulai memperdalam ilmu ternak tersebut melalui, Rimbun Landscape.

Lurah Ratujaya, Ahmad Soma mengatakan, program tersebut dapat menjadi solusi dalam krisis iklim dan penyerapan karbon pada suasana perkotaan. Nantinya, masyarakat dapat membuat Pekarangan Si Madu (Kasimadu).

“Kegiatan ini merupakan program Matching Fund 2021 Kedaireka, dengan tema pengembangan model pekarangan ramah lebah madu,” kata Soma kepada Radar Depok, Rabu (16/02).

Bertempat di Jalan Gandaria 1, Gang Lemba 3 No. 38 A RT 03 RW 06, Kelurahan Ratujya, Soma menyaksikan sekaligus meremikan secara langsung soft launching Kasimadu.

“Pekarangan Si Madu merupakan upaya yang dilakukan masyarakat dengan budidaya kelanceng dengan menghasilkan Madu,” ujarnya.

Baca Juga  Semua Turun Langsung, Olahragakan Masyarakat di Bojongsari

Dia menjelaskan, untuk menghidupi lebah madu supaya menghasilkan madu berkualitas, pembudidaya akan menanam banyak pohon dan bunga yang berguna sebagai makanan para lebah tersebut.

“Selanjutnya untuk pakan lebah tersebut dengan banyak menanam pohon dan bunga,” tutur Soma.

Menurut Soma, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk melakukan budidaya lebah madu tersebut. Sebab, ternak madu tersebut itu terbilang mudah dan tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal.

“selain itu dengan memanfaatkan pekarangan rumah, dengan harapan lingkungan yang hijau dan asri,” ucapnya.

Lebih dalam, beber dia, meski telah bekerja  sama dengan Rimbun Landscape dan Institut Pertanian Bogor (IPB), pihaknya belum berorienntasi pada pemasaran produk tersebut secara masif.

Baca Juga  Depok Sudah Ada 809 Kampung Siaga Covid-19

“Madu nya blm banyak, jadi untuk konsumsi sendiri atau dilingkungan setempat aja,” tutup Soma. (rd/ger)

 

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Pebri Mulya