kejaksaan
Kasi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kajari Depok, Sri Kuncoro menunjuk dua jaksa untuk menangani berkas perkara pembakaran Posko organisasi masyarakat (Ormas), di Kampung Pulo Mangga, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, dan Jalan Pendowo RT5/9, Kelurahan/Kecamatan, 26 Desember 2021.

Kasi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio Rahmat Rahmatu mengatakan, penyidik Polres Metro Depok telah menetapkan tiga orang yang mengaku sebagai anggota Ormas lain, atas nama Azis Pramudiya alias Azis Bin Sain (20), Munadih Alias Dogol Bin Zaelani (26) dan Geren Borneo Tomatala alias ambon(21), dalam kasus penyerangan dua posko Ormas tersebut.

Selain menetapkan tiga tersangka, penyidik juga menetapkan satu orang atas nama Rafi alias Belo dengan status buronan,” kata Andi, Rabu (16/2).

Dia mengungkapan, berkas penyidikan tersebut telah diserahkan kepada Jaksa Kejari dan telah dilakukan penelitian atas berkas perkara yang dibuat Polres Metro Depok yang mana berkas tersebut Jaksa peneliti memberikan petunjuk untuk dilengkapi kekurangan formil dan materil oleh penyidik sebagaimana petunjuk (P-19) dengan surat nomor B- 539/M.2.20./Eku.1/02/2022.

Bahwa benar penyidik telah mengirim berkas perkara atas nama tersangka Azis Pramudiya alias Azi , Munadih alias Dogol dan gGeren alias Belo dan Kajari Depok telah menunjuk dua Jaksa profesional selaku peneliti berkas (p-16) yakni Jaksa Alfa Dera dan Charles Pangaribuan,” tuturnya.

Selanjutnya, lanjutnya, dari hasil penelitian masih ada beberapa kekurangan formil dan materiil dalam berkas perkara yang dibuat penyidik yang harus dilengkapi oleh penyidik. Selain tiga tersangka tersebut disangkakan penyidik dengan pasal 170 KUHP dan 406 KUHP yang mana ancaman maksimalnya adalah penjara 5 tahun 6 Bulan.

Tidak menutup kemungkinan penyidik dapat melakukan penambahan tersangka apabila dalam pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi saksi atau para tersangka sesuai petunjuk (P-19), yang diminta jaksa peneliti ditemukan ada pihak-pihak lain yang terlibat di dalam perbuatan sesuai sangkaan penyidik, yakni kekerasan atau pengrusakan posko Ormas di Limo,” bebernya.

Andi Rio menegaskan, jika dalam pemeriksaan lanjutan tersebut penyidik menemukan alat bukti lain, adanya peristiwa pidana lain yang yang memicu terjadi perbuatan kekerasan, atau pengrusakan posko tersebut dapat dilakukan penyidikan dalam kasus yang berbeda.

Berdasarkan hasil penelitian berkas penyidik juga diminta untuk melengkapi dengan menambah beberapa orang saksi untuk melengkapi berkas yakni memanggil kepada beberapa pengurus organisasi massa untuk menerangkan apakah benar para tersangka ini merupakan anggota Ormas seperti pengakuan tersangka dan apakah ada keterlibatan pihak pihak lain serta melakukan penyitaan terhadap beberapa barang bukti lainnya

Kami percaya rekan rekan penyidik akan bekerja profesional dan berkompeten,” tutupnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro