SOSIALISASI : Jajaran RW 7, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas ketika mengadakan lomba mancing dalam rangka sosialisasi anti KTBN. FOTO : GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, RANGKAPAN JAYA – Setelah melakukan pembentukan, Kampung Tangguh Bersih Narkoba (KTBN) di RW 07, Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas terus bersosialisasi sebagai implementasi peran masyarakat guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kali ini, mereka mengadakan lomba mancing anti Narkoba.

“Hari ini kami mengadakan lomba memancing anti Narkoba sebagai bentuk sinergitas dan kerjasama dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba (P4GN),” kata Ketua KTBN RW 7 Rangkapanjaya, Tardi HP kepada Radar Depok, Senin (28/02).

Menurut Tardi, sejak dibentuk, pengurus terus menggalakan sosialisasi yang dilakukan ibu-Ibu tangguh juga para tokoh, pengurus lingkungan. Itu merupakan upaya preventif atau pencegahan atas bahaya serta peredaran narkoba di wilayah tersebut dan Kota Depok pada umumnya.

“Sehingga tujuan pencanangan Kampung Tangguh Bersinar ini memjadi kampung tangguh yang memiliki daya cegah, daya tangkal dan berani menindak narkoba,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sosialisasi tersebut tidak lepas dari peran anggota Polri setempat dan masyarakat yang tiada henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tanpa adanya kerjasama Polri dan masyarakat tersebut, maka pemberantasan narkoba tidak akan bisa berjalan secara maksimal,” ujar Tardi. 

Sementara itu,  tokoh masyarakat RW 7, Kelurahan Rangkapanjaya, Sukarjito menyambut baik atas pencanangan KTBN di RW 7 Rangkapanjaya. 

“Kini tidak hanya Covid-19 yang jadi ancaman, pun narkoba juga sebuah ancaman yang tidak kelihatan, tapi nyata, sehingga sering kali terjadi penyalahgunaan oleh anak-anak muda, kemudian berdampak luas,” ungkap Jito.

Pria yang juga staf ahli di DPR RI itu menyebutkan, narkoba sudah menjadi ancaman yang nyata bagi kehidupan sehingga butuh keseriusan dan kerjasama semua pihak untuk memberantasnya. Tentu dalam pemberantas narkoba, Polri tidak melakukan dengan sendiri karena, diperlukan menggandeng stakeholder serta masyarakat.

“Contoh di RW 7 ini yang sudah memfasilitasi kegiatan dengan karang tarunanya, ibu-ibu dan pengurus lingkungannya. Karena hakikatnya kampung tangguh narkoba bersih narkoba ini adalah dari masyarakat, oleh masyarakat, dan diperuntukkan oleh masyarakat,” paparnya. (rd/ger)

 

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Pebri Mulya