SOSIALISASI : Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas ketika melakukan sosialisasi kepada maayarakat terkait pelebaran jalan Simpang Sengon. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Terkait pelebaran jalan Simpang Sengon atau Sandra, Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas mengidentifikasi setidaknya ada 21 pemilik lahan dengan 27 bidang lahan.

“Selanjutnya, akan dilakukan kroscek oleh dinas terkait,” kata Lurah Pancoranmas, Mohammad Soleh kepada Radar Depok, Minggu (13/02).

Soleh menerangkan, hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pelebaran jalan di Simpang Sengon atau yang dikenal dengan Perempatan Sandra.

“Dihadiri juga oleh Dinas PUPR, Disrumkim, RT/RW dan warga. Agar mereka tahu mengenai pelebaran jalan tersebut,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, tidak semua pemilik lahan di sekitar terdampak oleh pelebaran jalan tersebut. Pasalnya, berdasarkan catatannya hanya ada dua RW yang meliputi pelebaran jalan itu yakni RW 01 dan RW 09.

“Jadi kita menyesuaikan kebutuhan dan anggaran yang ada. Tidak semua terkena,” tutur Soleh.

Tujuannya, jelas Soleh, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berupaya agar pada persimpangan jalan tersebut tidak terjadi kemacetan. Pasalnya, Simpang Sengon letaknya tidak berjauhan dari Jalan Dewi Sartika yang memiliki sistem satu arah.

Bahkan, persimpangan jalan itu juga menghubungkan dua Kecamatan, yakni Pancoranmas dan Cipayung via Jalan Cagar Alam.

“Karena, pada jam-jam sibuk biasanya terjadi kepadatan arus lalu lintas pada persimpangan jalan tersebut,” pungkasnya. (ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Ricky Juliansyah