Ketua Umum DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono
Wakil Walikota Depok yang juga Ketum DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono. FOTO : RICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai menyiapkan ancang-ancang figur calon presiden yang bertarung di Pilpres 2024. Namun, keputusan yang bakal dicalonkan setelah berhasil membentuk koalisi dengan Parpol lain.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PKS Kota Depok, Imam Budi Hartono saat dihubungi Radar Depok, Selasa (1/2). dia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Rakernas PKS 2022 tidak mengambil keputusan siapa calon presiden yang bakal diusung pada Pilpres 2024.

“Pak Syaikhu menyebutkan bahwa pengumuman calon presiden dilakukan setelah koalisi dengan partai-partai politik sudah terbentuk. Jika sudah ada koalisi tentu baru diputuskan siapa capres yang akan diusung,” tutur Imam Budi Hartono, Selasa (1/2).

Imam Budi Hartono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Depok ini mengungkapkan bahwa dalam pembentukan koalisi, PKS membuka diri dengan parpol mana pun. Koalisi itu untuk mencapai syarat ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Sementara saat ini PKS hanya memiliki 8,21 persen suara.

“PKS tentu siap berkomunikasi dengan calon mitra koalisi,” ujar Imam Budi Hartono.

Sebelum ada keputusan pembentukan koalisi, Imam Budi Hartono mengatakan, saat ini PKS masih mengedepankan Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufri sebagai calon presiden. Opsi itu berdasar pada keputusan Musyawarah Majelis Syuro.

“Jadi tetap kalau penokohan kita dorong Pak Salim Segaf Al Jufri sambil terus menguatkan kesiapan termasuk menjalin komunikasi dengan partai lain,” pungkas Imam Budi Hartono.

Sementara itu, Sekjen PKS Aboe Bakar Al Habsy mengatakan, pihaknya terus bekerja sesuai dengan rekomendasi Rakernas PKS 2022.

“Masih ada waktu satu tahun 8 bulan untuk bekerja agar terus naik perolehan suara PKS lewat kolaborasi dan transformasi,” kata Aboe.

Meskipun belum memutuskan nama calon presiden, PKS tetap mendorong kader untuk bisa ikut berkompetisi di hajatan lima tahunan tersebut.

“Meski belum diputuskan capres tapi kita dorong tokoh internal dari PKS bisa muncul,” pungkasnya. (jwp/cky)

Editor : Ricky Juliansyah