PEMBANGUNAN: Jalan Tol Cijago 2 yang masih tahap pengerjaan di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kamis (3/2). NURHIDAYATI FAUNA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, TANAH BARU – Keberhasilan pembangunan Jalan Tol Cijago 1 yang dibuat oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), PT Translingkar membuat BUJT merencanakan kembali pembuatan Jalan Tol Cijago 2. namun, untuk tahap dua ini menimbulkan polemik. Pasalnya, pembangunan tersebut menutup akses warga.

Terbaru, Lurah Tanah Baru, Dicky Mahyuddin mengadakan mediasi antara warga dan pengembang tol. Sehingga, permasalahan dan kesalahpahaman yang terjadi dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dicky mengatakan, pembangunan Tol Cijago 2 membuat warga geram karena menutup akses warga Tugu dari Swadaya Ujung maupun dari Jalan Kramat. Untuk itu, dia hadir untuk memediasi kedua belah pihak.

“Saya sudah mengumpulkan perwakilan warga dengan pihak PT untuk mediasi mengambil jalan tengah,” ujar Dicky kepada Radar Depok Kamis (3/2)

Menurut Dicky, permasalahan ini hanya missed communation dari kedua pihak. Sehingga pihaknya perlu mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat sehingga tidak ada kesalahpahaman dan mencari solusinya.

“Setelah kita mediasi barulah ketemu jalan tengah yang ternyata hanya salah paham,” tuturnya.

“Jadi PT sudah menjanjikan akses jalan untuk warga hanya saja warga belum semuanya mendengar keterangan itu,” ungkapnya.

Hasil dari mediasi itu pun berjalan baik, Dicky mengungkapkan, karena kedua pihak telah menyetujui kesepakatan yang dibuat bersama di Kantor Kelurahan Tanah Baru dengan disaksikan pihak kelurahan.

“Alhamdulillah permasalahan ini dapat diselesaikan dengan kekeluargaan,” ucap Dicky.

Proyek pembangunan jalan pun dapat dilanjutkan oleh BUJT tanpa permasalahan dari warga lagi.

Dicky berharap agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, kedepannya semoga proyek berjalan dengan baik dan warga pun mendapat haknya yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. (cr1)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna

Editor : Ricky Juliansyah