situ rawa besar
BERSANTAI : Warga sedang bersantai di tepi Situ Rawa Besar, di Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kampung Lio, Kelurhaan Depok, Kecamatan Pancoranmas, meminta Pemerintah Kota Depok untuk memindahkan lokasi pembuangan sampah yang berada di RW2, Kelurahan Depok, dekat bibir Situ Rawa Besar. Sebab, selain berdampak bruk pada pada kesehatan warga sekitar, kondisi itu juga dikhawatirkan dapat merusak keindahan Situ Rawa Besar.

Tokoh Masyarakat, Kampung Lio, Habib Idrus Al Gadri mengatakam tumpukan sampah yang ada dekat Situ Rawa Besar sudah sejak lama dikeluhkan oleh warga sekitar.

Dampak sampah ini sangat tidak baik, mereka yang rumahnya jauh-jauh ini kan tidak merasakan, tapi kami yang ada di depan Situ Rawa Besar sangat terasa dampak baunya. Itu sangat menyiksa. Makanya saya bilang jangan kita egois. Mereka yang merasa nggak bau kan rumahnya jauh,” kata Habib Idrus, Minggu (13/2).

Kemudian, yang perlu diketahui juga, kata Idrus, kebanyakan mereka yang membuang sampah ke lokasi tersebut adalah warga luar. “Kita yang iuran bayar sampah tapi yang buang orang lain, kan aneh,” keluhnya.

Tak hanya itu saja, usut punya usut, tempat pembuangan sampah yang ada dekat Situ Rawa Besar itu ternyata bukan lahan fasilitas sosial (Fasos) maupun fasilitas umum (Fasum) milik Pemerintah Kota Depok.

Itu ada yang punya, namanya almarhum Pak Nasa. Nah sekarang ini ahli warisnya menuntut hak. Jadi wajarlah,” kata dia.

Dia mengungkapkan, jika tempat pembuangan sampah itu direlokasi ke tempat lain maka ongkos yang harus dikeluarkan warga akan bertambah, ini menjadi masalah tersendiri bagi warga di sana.

Sebagai solusinya, dia menyarankan agar hasil dari lokasi wisata Situ Rawa Besar bisa disisihkan sebagai subsidi untuk penanggulangan sampah.

Insya Allah kan warga jadi tak terbebani dan situ ini bermanfaat dari warga, untuk warga. Situ itu kan dibangun dari uang negara yang jumlahnya cukup besar, jadi sangat disayangkan kalau sudah bagus seperti sekarang tapi dikotori dengan pemandangan sampah,” tutupnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro