SITUASI MUDIK: Para penumpang yang ingin mudik dengan menggunakan transportasi bus di Terminal Jatijajar, Senin (20/12/2021). FOTO : IVANNA / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Warga Kota Depok yang damba dengan kampung halaman saat merayakan Idul Fitri 1443 Hijiriah, dapat kesempatan besar. Setelah pemerintah merestui tidak ada penyekatan saat lebaran nanti. Sedikitnya, 1.232.349 warga Depok bisa ramai-ramai mudik. Hanya saja, jutaan warga yang disuntik vaksin dosis dua tersebut wajib menyertakan hasil  tes antigen atau PCR.

Kepala Divisi Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menjelaskan, angka itu sesuai dengan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, yang telah menerima vaksin dosis dua. Sementara warga yang sudah dibooster ada 160.057 jiwa. Berdasarkan aturan pemerintah, perjalanan mudik dibolehkan asal warga yang sudah menerima dosis dua menyertakan hasil tes antigen atau PCR. “Bagi yang sudah booster tidak perlu menyertakan antigen atau PCR,” ucapnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (24/3).

Menurutnya, setelah surat ederan (SE) dari kementerian turun. Satgas Covid-19 Kota Depok akan langsung rapat dan meramu aturan yang berlaku bagi masyarakat Kota Depok, saat maupun setelah mudik. Pemkot Depok tidak melarang adanya mudik, hanya ingin meminimalisir pesebaran Covid-19 selepas mudik. “Kendati mudik diperbolehkan, kewaspadaan pesebaran virus sangat perlu. Tetap jaga prokes, pakai masker wajib,” tegasnya.

Menimpali hal ini, Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indoensia  (UI), Iwan Ariawan mengatakan, kebijakan pemerintah dalam memperbolehkan mudik lebaran tahun ini telah melewati beberapa proses termasuk, melakukan diskusi dengan ahli epidemiologi. “Kebetulan saya juga turut hadir sebagai satu dari beberapa ahli epidemiologi, menurut saya kebijakan tersebut sudah tepat,” kata dia kepada Harian  Radar Depok, Kamis (24/3).

Syarat dalam perjalan mudik  yang telah ditetapkan  pemerintah itu dianggap aman penyebaran Covid-19. Seperti penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dan vaskinasi. “Kalau yang sudah booster gak perlu menunjukan tes PCR atau antigen. Kalau yang masih vaksin kedua harus menunjukan tes PCR atau antigen,” terang Iwan.

Menurut Iwan,  hasil  survei telah  menunjukan persentase angka vaksinasi yang memuaskan. Sehingga, pemerintah memperbolehkan mudik pada  lebaran tahun ini. “Kebijakan yang sekarang sudah baik dengan memperhatikan kondisi yang ada, karena  tidak  separah tahun kemarin ya yang tingkat kematiannya  juga tinggi,” ucapnya.

Kendati demikian, dia menyoroti terkait pelaksanaan mudik di lapangan. Menurut Iwan, butuh kerjasama yang baik antara  pemudik dan petugas. Sebab, kemungkinan  meningkatnya kasus Covid-19  masih ada. “Menurut saya, kebijakannya  sudah baik tinggal pelaksaannya  saja  dilapangan harus baik. Karena, kemungkinan Covid-19 meningkat masih ada tetapi tidak  sampai terjadi lonjakan,” tegasnya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, kebijakan mudik Lebaran 2022 tersebut diambil karena kondisi Covid-19 yang sudah membaik. Hanya saja syarat diberlakukan sebagai langkah untuk melindungi populasi lansia. Saat mudik lebaran biasanya tempat orang tua atau lansia yang jadi tujuan. Nah, agar mengurangi risiko terpapar virus dari kerabat yang berkunjung, pelonggaran hanya diberlakukan bagi yang sudah mendapat dosis booster vaksin.

“Kalau yang belum booster, baru dua kali vaksin, harus tes antigen. Kalau baru satu kali vaksin, dia harus tes PCR,” kata Menkes Budi.

Menurut Budi Gunadi, pengecekan bakal dilakukan secara random pada mereka yang membawa kendaraan pribadi. “Memang untuk mudik kendaraan umum ngeceknya pada saat naik, tapi kendaraan pribadi itu random checking,” terangnya.

Bagi masyarakat yang belum divaksinasi Covid-19 dosis kedua maupun booster, nantinya disediakan tempat atau titik-titik khusus di jalur mudik untuk melanjutkan dosis vaksinasi. Menkes Budi menegaskan, tidak ada perubahan warna di PeduliLindungi, melainkan tanda sertifikat vaksin ketiga yang bakal menjadi bukti vaksinasi booster untuk bisa mudik Lebaran 2022. “Ada menu untuk mengecek sertifikat vaksin apakah ada vaksin ketiganya atau tidak,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Firman Santyabudi menyatakan, siap mengawal pelaksanaan mudik pada Lebaran tahun ini dengan menggelar “Operasi Ketupat 2022”. “Saya meminta seluruh Polri serta jajaran yang bertugas agar mempersiapkan pengamanan pada masing-masing tugasnya,” kata Firman saat mengumpulkan dirlantas seluruh Indonesia melalui rakornas di Surabaya, Kamis (24/3).

Firman meminta setelah rakornas tersebut sejumlah persiapan menyambut mudik dilakukan, mulai dari persiapan masyarakat yang akan mudik hingga penyiapan informasi. “Hari ini kita sengaja kumpulkan para direktur-direktur pelaksana khususnya direktur lalu lintas yang akan ditindaklanjuti oleh mereka kepada jajaran di lapangan,” kata Firman.

Hal-hal mulai dari penyiapan, yaitu penyiapan informasi, penyiapan masyarakat yang akan mudik, dan kendaraan yang akan digunakan, sampai pada penyiapan selaku petugas yang akan ditugaskan.(ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar