SOSIALISASIKAN : Kajari Depok Mia Banulita didampingi Camat Cinere Sugianto, Lurah Cinere Pupung Purwawijaya dan Kapolsek Cinere Kompol Suparmin saat menyosialisasikan Kampung Restorative Justice di Kelurahan Cinere, Senin (14/3). IVANNA/RADAR DEPOK

RADARDDEPOK.COM – Korps Adhyaksa Kota Depok buat trobosan baru. Dalam waktu dekat Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok akan membentuk Kampung Restorative Justice di Kelurahan/Kecamatan Cinere. Kepastian tersebut setelah jajaran Kejari Depok menyambangi Kantor Kelurahan Cinere, Senin (14/3).

Kajari Kota Depok, Mia Banulita mengungkapkan, sesuai amanat Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejari ingin menerapkannya disetiap kecamatan yang ada di Kota Depok. Restorative justice (Keadilan), ini maksudnya pidana yang ringan atau remeh, tidak perlu dibawa ke meja hijau. Bila kedua belah pihak bisa menyelesaikan, hukum bisa berhenti disitu. Ini sesuai yang telah diamanatkan dalam Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 yang bertujuan menciptakan harmonisasi keadilan di masyarakat.

Tujuan dibentuknya Kampung Restorative Justice, kata Mia, memudahkan pelayanan Kejari Depok di wilayah 63 kelurahan. Nantinya, tak perlu ke Kantor Kejari Depok. Bila ditemukan kasus bisa langsung dibahas dan dimusyawarakan di Kampung Restorative Justice. Awal pembentukan kampung tersebut, di Kelurahan Cinere. Pembentukannya dalam waktu dekat ini. “Pembentukannya di Kelurahan Cinere, tapi kelurahan yang berada di Kecamatan Cinere bisa tetap dilayani,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, Senin (14/3).

Kasus restorative justice, sambungnya, pernah terjadi di Cinere. Saat itu kasusnya pencurian kucing. Sebelum kasus berlanjut, Jaksa Penuntut Umum mendatangi Polsek Cinere untuk menyerahkan surat ketetapan penghentian penuntutan serta mengeluarkan dua tahanan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Dua tersangka itu, baru pertama kali melakukan tindak pidana. Tersangka dan korban juga sudah bertemu dan sepakat damai.

“Antara pelaku dan korban telah sepakat berdamai sehingga JPU melakukan restorative justice. Meskipun penuntutan telah dihentikan, kami tetap melakukan pemantauan terhadap pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya,” bebernya.

Adanya program tersebut, di sambut baik Camat Cinere, Sugianto. Menurut camat, pidana ringan ini memang perlu dibahas dan dimusyawarahkan di tingkat lingkungan. Apalagi, saat sosialisasi program ini tokoh masyarakat dan ulama dihadirkan. “Kami sangat mendukung adanya program ini,” ucap camat.

Berdasarkan keterangan Kajari Depok, nantinya setiap sepekan sekali ada jaksa yang stay di Kampung Restorative Justice. Bila tak ada yang jaga pun pihak Kejari Depok akan membukan layanan hotline. “Semua stakeholder di Kecamatan Cinere mesti menfaatkan kampung ini. Semua permasalahan bisa diatasi bila kedua belah pihak memaafkan dan janji tidak diulangi kembali,” tandasnya.(van/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Fahmi Akbar