BINTANG MOTOGP : Wartawan Radar Depok Arnet Kelamnutu bersama pawang hujan MotoGP Rara Istati Wulandari, di lokasi ritual yang berada di area Sirkuit MotoGP Mandalika, Senin (21/3). FOTO-FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Penjuru dunia takjub dengan kearifan lokal MotoGP Mandalika. Terutama, kehadiran Rara Istati Wulandari sang Pawang Hujan milik Indonesia. Perempuan asal Bali tersebut, mewariskan keahliannya dari kakek.

Laporan : Arnet Kelmanutu, Lombok

Balapan kelas para raja MotoGP Mandalika telah usai di Desa Mandalika, Lombok. Terpaan hujan deras yang tak kunjung henti menjadi penyebab pertandingan tertunda hampir 60 menit. Tapi, kearifan lokal Indonesia mampu memberikan solusi bahkan hiburan bagi pembalap.

Itu terjadi dengan kehadiran perempuan bernama Rara Istati Wulandari, turun tangan ketika hujan deras dan petir menyambar sirkuit. Dengan perlengkapan ‘perangnya’, perempuan asal tanah Bali beraksi sepanjang paddock sampai pintu keluar menuju sirkuit. Sontak, sosoknya menjadi perburuan media massa guna mengulik lebih dalam. Tim dari Gerakan Anak Negeri (GAN) punya kesempatan emas untuk berbincang langsung di tenda khusus miliknya, yang menjadi tempat ritual utama. Disana sesajen, dupa, hingga kayu bakar masih tersedia. Aroma khas yang dikeluarkan begitu menyengat di bawah gemericik hujan.

Ternyata Rara sedang memulai aksinya membantu seluruh crew MotoGP merapihkan area dari guyuran hujan. Cuaca bisa pulih kembali menjadi cerah, jadi awan harus dipidahkan ke area pantai. “Biar kerjanya nyaman. Gimana teman-teman kerjanya jadi lebih nyaman kan,” kata Rara yang melempar pertanyaan kepada para crew yang saat itu juga ramai untuk mengambil video.

Selama melakukan ritualnya, tidak banyak pantangan. Tapi hanya satu pantangan yang tidak boleh dilanggarnya, yaitu marah. Jadi Rara harus menahan kesabaran demi artraksinya memindahkan awan berjalan secara maksimal.

EKSKLUSIF : Tim GAN sedang mewawancarai pawang hujan MotoGP Rara Istati Wulandari.

Setiap beratraksi, dia membutuhkan perlengkapan logistiknya untuk menyampaikan pesan kepada atmosfer dilapisan awan, agar berpindah ke arah yang ditentukan. Mustahil memang, tapi itu kenyataannya sampai menjadi langganan setiap kegiatan kenegaraan olahraga tingkat nasional. “Saya mulai disini dari tanggal 1 maret sampai besok tanggal 22 maret. Pak Erick Tohir yang rekomendasiin saya,” kata Rara.

Karena akses begitu ketat, Rara sempat tidak boleh masuk karena pihak Dorna sebagai organisasi dunia MotoGP melarangnya masuk. Ini akibat tidak mengerti fungsinya, meski sudah punya Id Card resmi dari IDTC. Akhirnya Rara bisa masuk setelah melalui penjelasan dan pihak Dorna baru mengerti fungsi pawang hujan.

Adanya penggeseran hujan ini, jangan salah dan dianggap syirik. Di Islam ketika ingin hujan memohon kepada Allah. Rara mengaku memohon kepada leluhur ada doanya kepada Semar dan Dewa-Dewi.  Semua kemampuan yang ada di dalam diri Rara bukan ada begitu saja, tapi mengalir dari darah keluarganya, yaitu sang kakek yang memiliki darah Jogjakarta asal dari jajaran keraton.

“Dari warisan kakek, kalau bude saya guru spiritual dari ibu Tien,” tutup Rara karena harus makan dan melanjutkam ritual. (bersambung)

Editor : Fahmi Akbar