penyakit kulit sapi
Ilustrasi
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM – Penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin merambah ke sapi di Indonesia. Padahal sekarang ini, harga daging sapi di Indonesia sedang mahal.

Dilansir dari abc.net, Minggu (6/3), Northern Biosecurity Authorities menyatakan saat terdeteksinya virus tersebut di Indonesia, maka pihaknya telah menerapkan kesiagaan. Dimana, di Indonesia kasus penyakit kulit tersebut ditemukan di 31 desa di Pulau Sumatera.

Penyakit lumpy skin menyebabkan mengalami luka pada kulit, demam, kehilangan nafsu makan, penurunan produksi susu, hingga bisa membuat kematian pada sapi dan kerbau.

Lumpy skin muncul pertama kali di Asia Tenggara selama beberapa tahun terakhir. Pihak berwenang memperingatkan akan ada konsekuensi besar bagi industri peternakan jika ada serangan di Australia.

Baca Juga  Masyarakat Diimbau Tidak Menyalurkan Zakat Secara Massal

Baca juga : Seorang Pria dan Bayi Tiga Tahun di Depok Tewas Kesetrum

Kepala veteriner dari Australia, Mark Schipp merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Pasalnya Indonesia sangat dekat dengan Australia Utara dan beberapa tetangga yang rentan, yaitu Timor Leste dan Papua Nugini.

“Saat ini baru dilaporkan di satu provinsi di Indonesia. Mengingat Ramadan akan segera dimulai, di mana ada pergerakan ternak besar-besaran di seluruh Indonesia, itu akan menyebar ke seluruh kepulauan Indonesia dalam 12 bulan ke depan,” tuturnya.

Schipp menjelaskan penyakit kulit benjolan pada sapi utamanya menyebar melalui gigitan lalat, nyamuk, hingga kemungkinan kutu sehingga sulit dikendalikan.

“Salah satu kekhawatiran kami sehubungan dengan (penyakit kulit berbenjol) bergerak lebih dekat ke Australia. Topan, angin kencang, kapal ternak yang kembali atau ruang kargo pesawat dapat membawa serangga yang terinfeksi ke Australia,” imbuhnya. (rd/net)

Baca Juga  Catat! Ini Jadwal Ganjil Genap di Tol Trans Jawa dari 28 April - 6 Mei 2022

 

Editor : Pebri Mulya