KORBAN BEGAL : Penampakan satu unit motor dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atas nama Ade Mirwansyah yang diduga menjadi korban begal di kawasan Bogor. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Beredar kabar seorang warga Jalan Majapahit RT8/15 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Ade Mirwansyah, jadi korban pembegalan atau perampasan kendaraan bermotor di dekat pabrik semen di kawasan Kabupaten Bogor.

Ayah kandung Ade Mirwansyah, Muhammad menjelaskan, anaknya dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan, dia masih berkomunikasi secara aktif dengan anaknya tersebut. “Itu anak saya, dia dalam keadaan baik-baik saja sedang kerja sekarang,” kata Muhammad kepada Radar Depok, Jumat (11/3).

Muhammad mengungkapkan, dugaan itu disebabkan karena, Ade Mirwansyah menjual motornya kepada salah satu warga yang diketahui bekerja di wilayah Bogor dan menjadi korban pembegalan setelah pulang kerja. “Yang kena begal itu yang beli motornya, tapi belum balik nama. Jadi orang menyangkanya itu anak saya,” tuturnya.

Saat ini, kata Muhammad, korban pembegalan tersebut telah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Porli Jakarta Timur. Namun, dia tak mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi pembeli motor anaknya itu. “Saya denger-denger dibawa ke RS Polri tapi gak tau masih hidup atau enggak,” bebernya.

Sementara itu, Ade Mirwansyah (40) menjelaskan, saat ini dirinya dalam keadaan sehat walafiat setelah kabar tersebut beredar luas. “Jadi bukan saya ya, saya sedang kerja dan dalam keadaan yang baik-baik saja,” ungapnya saat dihubungi Radar Depok, Jumat (11/3).

Seingat Ade, dia menjual motor tersebut kepada salah seorang kerabatnya di Kabupaten Bogor sebelum pandemi Covid-19. Setelah itu, dia tak mengetahui lagi mengenai motor tersebut. “Saya gak tau, motor itu dijual lagi atau enggak, soalnya udah lama saya jualnya sebelum pandemi, jadi udah lupa,” terangnya.

Pria yang berprofesi sebagai pengantar makanan cepat saji itu menyebutkan, banyak yang menanyakan kabarnya setelah informasi pembegalan itu beredar luas. “Kalo soal korban, saya juga belum tau lebih lanjut ya kondisinya seperti apa,” tandasnya. (ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar