kec cinere
BERIKAN : Camat Cinere Sugianto memberikan minyak goreng kemasan yang seharga Rp14 ribu perliter didampingi perwakilan Disperindag dan Bulog, di Kantor Kecamatan Cinere. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Warga Kecamatan Cinere yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) dapat diringankan. Minyak goreng (Migor), yang masih mahal dipasaran kini dijual Rp14 ribu perliter dan Rp28 ribu perliter.  Dari empat kelurahan di Kecamatan Cinere, sedikitnya 450 warga akan menerima migor 2 liter.

Camat Cinere, Sugianto menjelaskan, Se-Kecamatan Cinere mendapatkan alokasi 900 liter minyak goreng. Subsidi ini berasal dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Depok dan Bulog Sub Divre Cianjur. Tiap warga yang mendapatkan mesti terdaftar di DTKS kelurahan. “Iya kami utamakan warga yang terdata dulu di DTKS,” ujar camat kepada Harian Radar Depok, Selasa (8/3).

Menurutnya, 900 liter dibagi menjadi empat kelurahan. Rinciannya, Cinere 150 warga, Gandul 100 warga, Pangkalanjati 100 warga dan Pangkalanjati Baru 100 warga. Ada 450 warga yang menerimanya, jadi dari 450 warga dijatah dua liter. Tiap satu liter dijual hanya Rp14 ribu dan dua liter Rp28 ribu. “Pembagiannya kami pusatkan di tiap kelurahan,” bebernya.

Lurah Pangkalanjati Baru, Iwan mengaku, sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini. Khususnya minyak goreng. Nantinya, minyak goreng tersebut akan didistribusikan atau warga yang terdata di DTKS akan datang ke kelurahan. Mudah-mudahan adanya minyak murah ini, warga bisa diringankan dalam kehidupan sehari-harinya. “Ini sangat membanty sekali ya, sampai saat ini minyak goreng masih sulit dan ada juga yang dijual mahal,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala Disperdagin Kota Depok, Zamrowi menjelaskan, Kota Depok mendapat alokasi minyak goreng kemasan premium dari Bulog Sub Divre Cianjur sebanyak 10.000 liter. Seluruhnya akan dijual kepada konsumen sektor rumah tangga, bukan pedagang eceran. “Setiap warga membeli dua liter minyak goreng sesuai HET yakni Rp14 ribu/liter. Kegiatan ini bekerja sama dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk mendata dan mendistribusikan langsung minyak ke konsumen,” jelasnya.

Menurutnya, masing-masing kecamatan menerima sekitar 1.000 liter minyak goreng. Kementerian Perdagangan memberikan 12.000 liter minyak goreng curah untuk pedagang eceran seharga Rp 10.500/liter. “Kemudian, dapat dijual kembali oleh para pedagang dengan harga sesuai ketentuan HET minyak goreng curah, yakni Rp 11.500/liter,” kata Zamrowi.(van/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani 

Editor : Fahmi Akbar