pesan ibu untuk pradi
Pradi Supriatna

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus perkosaan anak kandung yang dilakukan A alias Ateng, benar-benar mencoreng nama baik Kota Depok. Banyak pihak mendesak agar pelaku diberikan hukuman berat. Mati jika dirasa perlu.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, hukuman mati cukup layak diberikan kepada pelaku, mengingat kasusnya sangat berat. Korbannya darah daging sendiri yang masih berusia 11 tahun.

Saya sampai gemetar membaca kabar soal ini. Benar-benar. Saya sampai kehabisan kata-kata,” ungkapnya kepada Radar Depok, Selasa (1/3).

Saking kesalnya, mantan Wakil Walikota Depok ini sampai menganalogikan, hewan saja tidak akan sampai berbuat demikian. Artinya, pelaku tak lebih tinggi dari hewan. Wajar, sebab perkosaan diketahui terjadi lebih dari 20 kali. Dibawah ancaman golok pula.

Hewan saja sayang anak. Ya Allah saya benar-benar kesal jadinya,” tegas CEO Depok United ini.

Lebih lanjut, dirinya juga meminta Pemkot Depok mendampingi korban secara penuh. Sampai benar-benar pulihnya psikisnya. “Harus didampingi. Sekarang fokusnya adalah korbannya. Pemkot Depok ke depan harus punya lokasi trauma healing untuk menghadapi kasus-kasus seperti ini di kemudian hari,” tandasnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, secara khusus memberi perhatian atas kasus ini.

Bintang menyambangi Polres Metro Depok, Selasa (1/3), untuk secara langsung mendengar keterangan pelaku. Ia mengaku penasaran, hingga pelaku sampai tega berbuat keji terhadap darah dagingnya sendiri. Bukan sekali, terhitung sampai 20-an kali korban mendapat perlakuan biadab tersebut.

Bapak ini kan punya istri, kenapa sama anak,” tanya Bintang kepada pelaku.

Meski memakai masker, raut Bintang tak bisa dibohongi. Jengkel berat. Terlebih saat pelaku menjawab pertanyaannya. Kata pelaku, awalnya ia tega berbuat tersebut lantaran pengaruh minuman keras. Kejadian berlangsung saat sang istri tak berada di rumah.

Lebih baik bapak jujur, kalau beda-beda lebih berat hukumannya. Harusnya bapak sudahlah jawab apa adanya jangan persulit lagi,” timpal Bintang menyanggah jawaban pelaku yang dinilai berbelit.

Lebih lanjut, kata Bintang, kehadirannya juga untuk memastikan bila korban bersama keluarga mendapat keadilan secara baik.

“Korban dan keluarganya harus mendapatkan keadilan yang baik. Saya juga apresiasi pada Polres metro Depok yang gerak cepat menangkap tersangka dan harus dilakukan penanganan sesuai dengan prosedur,” tegasnya. (rd/jun)