TERSEDIA : Pedagang minyak goreng Siti Asiah, sedang menjajakan dagangannya di Pasar Depok Jaya, Minggu (27/03). NURHIDAYATI FAUNA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Kalau mencari minyak goreng (Migor) kemasan, banyak dengan beragam harga yang membumbung di Kota Depok. Minggu (27/3), minyak goreng curah justru mulai sulit dicari. Sejumlah pedagang di pasar tradisional kesulitan mendapatkan minyak goreng kelas bawah tersebut.

“Minyak goreng curah perliter seharga Rp16.000 tapi sangat sulit dicari, kemarin saya hanya kebagian satu karton,” ujar pedagang minyak goreng di Pasar Kemirimuka, Nurul Hidayah kepada Harian Radar Depok, Minggu (27/3).

Menurut Nurul, minyak goreng curah menjadi langka dikarenakan putusnya aturan tentang harga eceran tertinggi pada minyak goreng kemasan. “Kalau minyak goreng kemasan banyak stoknya. Cuma harganya hampir naik dua kali lipat dari sebelumnya yaitu Rp25.000 perliter,” ucap Nurul.

Di lokasi yang berbeda pedagang minyak di Pasar Citayam, Mustofa Arifin juga membenarkan kelangkaan minyak goreng curah setelah pemutusan kebijakkan harga eceran tertinggi pada minyak goreng kemasan. “Kemarin masih banyak, lambat hari makin tipis stoknya, sekarang malah tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Mustofa mengatakan, saat ini masih terdapat beberapa pedagang lain yang menyetok minyak goreng curah tapi tidak banyak karena sisa stok lama. “Masih ada satu dua gitu, tapi diumpetin sama mereka, tidak dipajang, dijual cuma sama pelanggan saja,” ujar Mustofa.

Sementara, pedagang minyak goreng curah di Pasar Depok Jaya,  Siti Asiah dengan luwes menjajakan minyak goreng curah di tokonya. Menurutnya ketersediaan minyak goreng curah di Pasar Depok Jaya terpantau masih stabil. “Iya masih ada sih, biasa-biasa saja tidak langka, untuk hari ini ya, untuk besok dan kedepannya saya tidak tahu,” ujarnya.

Siti Asiah menerangkan, dia menjual miyak goreng curah seharga Rp16.000 perliter, dan masih memiliki banyak stok. “Kalau sekarang masih banyak di saya, jadi belum saya cek dan beli lagi di agen-agen,” ujarnya.

Minyak goreng curah kini banyak diminati daripada minyak goreng kemasan, kendati harga yang sangat beda jauh, kegunaan yang dipakai pun sama. “Yang penting bisa buat masak sekarang, apalagi pelaku usaha makanan, yang penting balik modal,” terang Siti Asiah.

Terpisah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjamin, ketersediaan dan distribusi minyak goreng curah menjelang Ramadan 2022. Ketersediaan dijamin sampai ke tangan para pedagang di pasar.

“Kita harapkan di bulan ramadan ini kecukupan minyak curah khususnya disampaikan tadi ada 26 pasar yang jadi prioritas betul-betul bisa terisi tepat waktu dan jangan lagi terjadi kelangkaan,” kata Listyo.

Listyo bahkan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan pengawalan dan pemantauan terkait dengan minyak goreng curah tersebut. Pengawasan penting untuk menjamin ketersediaan dan harga penjualan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Kepolisian saya minta mengawal. Sehingga, tidak ada hambatan di dalam produksi dan pendistribusian minyak curah karena memang ditunggu oleh masyarakat khususnya pedagang dan lainnya,” kata Listyo.(cr1/rd)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna

Editor : Fahmi Akbar