motoGP mandalika indonesia
MotoGP Indonesia di Sikuit Mandalika.

RADARDEPOK.COM – Khawatir kalah jumlah penonton dari seri MotoGP Indonesia, Pihak Sirkuit Sepang Malaysia minta Jadwal MotoGP Malaysia 2022 dijauhkan.

MotoGP Malaysia 2022 baru-baru ini resmi berganti nama menjadi Petronas Grand Prix of Malaysia usai menggandeng perusahaan minyak dan gas asal Malaysia, Petronas sebagai sponsor utama.

Malaysia memastikan MotoGP akan digelar di Sepang Internasional Circuit (SIC) sampai tahun 2024.

Kembalinya MotoGP Indonesia di musim ini, sebenarnya seri MotoGP di Malaysia bisa saja digelar setelah MotoGP Mandalika sebagai bagian dari seri Asia.

Namun, alih-alih mau berdekatan dengan seri Indonesia, Malaysia lebih memilih dijadwalkan pada akhir musim.

CEO SIC, Azhan Shafriman Hanif mengungkapkan, Sepang menolak apabila jadwal MotoGP mereka berdekatan dengan MotoGP Mandalika.

Baca juga : SMK Putra Bangsa Wadahi Bakat Tari Tradisional di ‘Kaya Karya 2022’

Azhan juga menegaskan akan menolak dan secara terang-terangan meminta agar jadwal MotoGP Malaysia dan MotoGP Indonesia tetap dibuat jarak sejauh mungkin pada musim mendatang.

“Kami tidak akan tukar posisi dengan yang lain, kami minta dijauhkan dari seri MotoGP Mandalika,” kata Azhan.

Ketakutan CEO Sirkuit Sepang itu bukan tanpa alasan. Ternyata, Sirkuit Sepang Malaysia pernah merugi besar soal jumlah penonton ketika menggelar balapan F1 yang dilaksanakan setelah seri Singapura pada musim 2016-2017.

Balapan yang sejatinya jadi seri back-to-back Asia itu justru menghadirkan kerugian besar bagi Sirkuit Sepang akibat kehilangan banyak penonton.

“Kami tidak ingin mengalami efek sama seperti F1. Saat itu kami menyelenggarakan back to back dengan Singapura, dan hasilnya kami kehilangan banyak penonton,” imbuh Azhan.

Di sisi lain, menurut Azhan, Sirkuit Sepang Malaysia bisa meraup keuntungan lebih besar dengan jadwal menggelar MotoGP di seri-seri terakhir.

Sebab di akhir musim, para pembalap sedang ketat-ketatnya meraih poin untuk mencapai klasemen terbaik di akhir musim.

“Kami menggelar balapan pada putaran terakhir sebelum Valencia karena biasanya kejuaraan ditentukan antara seri penutup atau satu putaran sebelumnya,” jelasnya.

“Dengan alasan itu akan lebih banyak orang yang datang untuk melihat kejuaraan,” ungkap Azhan

Munculnya sirkuit-sirkuit baru di Asia Tenggara, diakui Azhan membuat Sirkuit Sepang kini mempunyai tugas rumah dan lebih dituntut untuk menawarkan sesuatu yang berbeda.

“Di Asia sekarang ada Mandalika, ada Buriram, jadi kami harus membuat sesuatu yang berbeda. Kami dalam posisi bagus memberikan hal itu kepada penggemar,” pungkasnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya