ANTRE : Masyarakat sedang mengantre utuk mengisi BBmM di SPBU 34.16412 Beji, Rabu (23/3).  NURHIDAYATI FAUNA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Pengendara di Kota Depok yang sering gunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax, siap-siap dikuras kantongnya. Pemerintah berencana akan menaikan harga pertamax yang semula Rp9.000 perliter menjadi Rp12.000-Rp14.526 per liter. Bila terealisasi, pengendara di Kota Depok ramai-ramai beralih ke BBM jenis pertalite.

Pengendara Ojek Online (Ojol) di Kota Depok, Saifuddin mengatakan, pertamax dinaikan, akan beralih ke pertalite. Pertamax dan pertalite beda RON-nya hanya 2. Jadi untuk ke mesin pengaruhnya sedikit. “Saya belinya pertalite kalau pertamax naik. Pertamax naik ya tidak apa-apa,” ujarnya kepada Radar Depok, Rabu (23/3).

Saifuddin menuturkan, sudah beberapa bulan ini dia sering membeli BBM berjenis pertalite, dikarenakan harganya yang lebih murah daripada pertamax. “Kita mah yang penting bisa jalan saja udah syukur,” tuturnya.

Pegawai swasta, Muhammad Fajrin mengaku, tidak keberatan jika harga pertamax naik. Simpelnya, bisa beralih ke pertalite. Memang kabar adanya kenaikan itu sudah santer dia baca di media massa. “Kalau pertamax naik ya sudah saya belinya pertalite, yang penting garga pertalite tidak naik,” katanya.

Menurutnya, bila harga pertamax naik, akan berdampak pada masyarakat yang sering membeli bahan BBM berjenis pertalite. Kenapa, banyak yang berlalih dan akan menyebabkan kelangkaan pada pertalite. “Kemungkinan pertalite akan langka bisa saja terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, staf administrasi SPBU 34.16412 Beji, Luci Surtyasari mengaku, belum ada kenaikan dari pusat. Biasanya ada pemberitahuan ada kenaikan harga. Saat ini pertalite masih dijual dengan harga Rp7.650 perliter, sedangkan untuk pertamax dijual dengan harga Rp9.000 perliter. “Peminat sendiri lebih banyak pertalite, tapi banyak juga yang beli pertamax,” ujarnya.

Ada kenaikan harga, kata Luci, tapi bukan pada pertalite ataupun pertamax. Yang naik itu harga pertamina desk, dari Rp11.150 ke Rp13.200 perliter pada Februari lalu. Kenaikan harga kembali terjadi pada pertamina desk, pada Maret. Dari Rp13.200 menjadi Rp13.700 perliter. “Pertamina Desk lebih bagus untuk mobil berbahan bakar Diesel ataupun Bisolar,” ucapnya.

Luci menuturkan, bila ada kenaikan harga, maka dia akan mengikuti kebijakkan dari pusat. “Kalau dari pusat sudah bilang harga naik, ya kami ikut kebijakkan pusat dengan menaikkan harga juga,” ujarnya.

Di lokasi terpisah, staf SPBU Pertashop 3P.16404 Beji Timur, Ahmad Zaenuddin mengatakan, harga pertamax yang dia jual masih stabil dan belum mengalami kenaikan. “Kalau di kami Pertamax masih Rp9.000 perliter,” tuturnya singkat.

Perlu diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ada rencana ingin menaikan harga pertamax. Hanya saja hingga kemarin (23/3), ESDM belum mengizinkan PT Pertamina (Persero) untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.  “Pertamax, belum,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif ketika ditanya terkait penyesuaian harga Pertamax, Rabu (23/3).

Arifin menjelaskan, masih mencermati pergerakan harga minyak dunia. Namun, dia belum bisa memastikan hingga kapan harga pertamax terus dipertahankan. “Sampai kapan? Tergantung harga minyak internasional, kita jaga stabil dulu,” jelasnya.

Lebih lanjut Arifin mengungkapkan, telah berkomunikasi dengan negara-negara penghasil minyak maupun organisasi penghasil minyak (OPEC). Komunikasi itu antara lain memastikan pasokan minyak. “Kita harapkan ketegangan geopolitik segera bisa diredam dan stabilkan harga-harga energi dan harga komoditas ke depan, mudah-mudahan enggak lama,” ungkapnya.

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Februari 2022 sebesar US$ 95,72 per barel. Sedangkan angka sementara ICP Maret 2022 sampai tanggal 17 sebesar US$ 114,77 per barel.

Sementara itu, Kementerian ESDM menetapkan batas atas harga jual BBM RON 92 pada Maret 2022 sebesar Rp 14.526 per liter. Harga tersebut merupakan cerminan dari harga keekonomian BBM berdasarkan formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM Umum. Harga Jual BBM RON 92 di SPBU saat ini bervariasi tergantung para badan usaha.(cr1/rd)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna 

Editor : Fahmi Akbar