stunting
CEK : Camat Cinere Sugianto saat meninjau jalannya validasi jumlah stunting di Kelurahan Gandul, Selasa (15/2). ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Upaya dan usaha yang dilakukan kader posyandu di empat kelurahan Kecamatan Cinere, membuahkan hasil. Berdasarkan data 2021, balita yang stunting ada 95. Setelah dilakukan verifikasi selama sepekan. Ternyata, kini balita yang stunting tinggal 33. Sebanyak 62 balita yang sebelumnya terdata ada yang sudah normal sampai sudah pindah rumah.

Kepada Harian Radar Depok, Camat Cinere, Sugianto mengatakan, ada tiga kategori kenapa jumlah stunting di Kecamatan Cinere bisa turun. Kembali normal, sudah usia di atas lima tahun dan pindah rumah.  Berdasarkan data hasil verifikasi, paling banyak balita yang pindah rumah. Jumlahnya mencapai 34 balita. Kembali normal 23 balita dan 5 balita sudah berusia di atas 5 tahun. “Itu jumlah keseluruhannya se-Kecamatan Cinere di empat kelurahan,” jelas camat.

Dari empat kelurahan, lanjut camat, Kelurahan Gandul kini tersisa 12 balita stunting, Cinere 11 balita, Pangkalanjati 5 balita dan Pangkalanjati Baru 5 balita. Banyaknya stunting berdasarkan verifikasi akibat, pola asuh anak, faktor ekonomi, riwayat anemia, berat bayi lahir rendah, riwayat TB, pemberian MP Asi terlalu dini dan sanitasi. “Alhamdulillah kini jumlahnya turun. Tentunya tak terlepas peran dari kader posyandu dan Puskesmas Cinere yang sering melakukan pemantauan,” bebernya.

Sementara itu, Lurah Pangkalanjati, Tarmuji mengungkapkan, dari 25 balita setelah divalidasi kini Cuma ada 5 balita. 21 balita sisanya didominasi pindah rumah dengan jumlah 12 balita. Dua sudah berusia di atas lima tahun dan tujuh balita kembali normal. Lurah mengaku sangat bersyukur data di 2021 bisa turun di 2022. “Kami berharap di 2023 bisa kembali turun bahkan kalau bisa nihil stunting sesuai dengan keinginan Kota Depok,” tegasnya.

Senada dengan Pangkalanjati, Lurah Cinere, Pupung Purwawijaya menuturkan, kendati masih tersisa 11 balita. Di 2023 dia merasa yakin akan ada penurunan kembali. Lurah berharap penurunannya kembali normal. Ini dikarenakan kalau sudah kembali normal artinya sudah sembuh. “Kami tetap berusaha agar bisa nol stunting,” tandas lurah.(van/rd)

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Fahmi Akbar