TURUN LANGSUNG : Wamentan Harvick Hasnul Qolbi didampingi Wakil Walikota Depok ketika menyambangi Pasar Agung, Kelurahan Abadijaya, Sukamajaya demi memastikan harga bahan pokok dilapangan dalam situasi aman. GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Jelang ramadan, pemerintah pusat mulai panik sejumlah bahan pokok ada kenaikan harga. Rabu (16/3), Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi menyambangi Pasar Agung, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya. Sengaja turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan keluhan dari para pengunjung dan pedagang.

“Sesuai dengan yang ditugaskan Presiden agar kami semua, baik pedagang maupun pembeli bisa menahan diri  dan berprasangka baik,” kata Wamentan Harvick Hasnul Qolbi, kepada wartawan, Rabu (16/3).

Menurut Harvick, pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan stok barang maupun pengadaan barang. Sehingga, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Dia berharap, daya beli masyarakat meningkat. “Terpenting masyarakat mampu membeli, bukan soal murah atau mahalnya yang penting adalah masyarakat dapat membeli kebutuhannya,” ujar dia.

Naiknya harga Bahan Pokok Penting (Baponting) tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Melainkan, pada beberapa negara diluar juga mengalami hal yang sama. “Jika dikonversi dengan pendapatan di negara kita,” sebut Harvick.

Harvick mengaku, pemerintah terus memberikan stimulan, informasi serta masukan positif kepada pemerintah daerah, maupun pusat untuk meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. “Nah dengan itulah kita bisa selesaikan persoalan-persoalan yang ada,” bebernya.

Seharusnya, kata dia, produksi minyak goreng nasional melebihi kebutuhan masyarakat. Karena, jumlah produksinya adalah 6,7 juta ton. Sedangkan, kebutuhannya hanya 5,9 juta ton. “Itu hanya 20 persen dari total CPO kita,  harusnya dengan hitungan seperti itu kelangkaan tidak terjadi,” tutur Harvick.

Tetapi, sebut Harvick, adanya pergerakan internasional membuat harga bahan pokok minyak goreng yakni minyak sawit melonjak tinggi. “Sehingga, tentu harus ada kiat-kiat dari pemerintah supaya kawan-kawan pengusaha perkebunan baik swasta maupun pemerintah terus bersinergi,” imbuhnya.

Presiden RI Joko Widodo berpesan agar masyarakat bersabar menghadapi situasi ini. Harvick menegaskan, tidak ada upaya pemerintah mempersulit masyarakat terkait dengan tingginya harga minyak goreng di pasaran.

“Saya juga sudah sampaikan kepada Pak Wakil untuk mengawasi pengusaha perkebunannya, distributornya, hingga pedagangnya supaya tidak terjadi penimbunan, apalagi menjelang ramadan,” tegas Harvick.

Pemerintah tidak bisa seratus persen menyalahkan pedagang saat terjadinya penimbunan. Sebab, dibutuhkan komunikasi antara pemerintah dan stakeholder terkait supaya tidak terjadi kelangkaan dan membuat harga minyak goreng di pasaran menjadi tinggi. “Karena, keuntungannya sangat menarik jadi mereka mencoba untuk menahan,” tandasnya. (ger/rd)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Fahmi Akbar