GEBYAR : Ketua TP-PKK Kota Depok Elly Farida bersama Ketua TP PKK Kecamatan Cinere Dian Karwati, Camat Cinere Sugianto serta kader PKK yakin bisa zero stunting saat Gebyar Aksi D’Stunting Menara, di Kantor Kecamatan Cinere, Senin (11/4).  ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Setelah dipastikan ada tersisa 33 balita yang menderita stunting tahun ini. Kecamatan Cinere, memastikan tahun depan akan menekan angka stunting bahkan ditarget bisa zero stunting. Keyakinan tersebut ditumpahkan saat Gebyar Aksi D’Stunting Menara, di Kantor Kecamatan Cinere, Senin (11/4).

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida mengatakan, sejak dilaunching empat bulan lalu, program Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Kota Ramah Anak (D’Sunting Menara) mampu menekan angka penderita stunting hingga 70 persen lebih. Hasil validasi yang dilakukan beberapa bulan lalu penderita stunting di Kota Depok sekitar 3.000-an.

“Alhamdulillah, dengan adanya program D’sunting Menara sudah turun hingga angka 2.000an,” ujar Bunda Elly –Sapaan Elly Farida-.

Meski sudah menunjukan penurunan, Bunda Elly menuturkan, pihaknya akan mengkroscek kembali jumlah tersebut ke Dinas Kesehatan serta Puskesmas-Puskesmas yang ada. Sebab, menurutnya, target penyelesaian stunting di Kota Depok satu tahun dengan 600 kegiatan. “Kami menginginkan zero stunting. Kalaupun tahun ini sebuah rintisan, semoga tahun depan bisa dilanjutkan. Kami tetap waspada karena Depok ini tingkat migrasinya cukup tinggi dengan pendatang baru,” jelasnya.

Kepada Harian Radar Depok, Camat Cinere, Sugianto mengatakan, ada tiga kategori kenapa jumlah stunting di Kecamatan Cinere bisa turun. Kembali normal, sudah usia di atas lima tahun dan pindah rumah.  Berdasarkan data hasil verifikasi, paling banyak balita yang pindah rumah. Jumlahnya mencapai 34 balita. Kembali normal 23 balita dan 5 balita sudah berusia di atas 5 tahun. “Itu jumlah keseluruhannya se-Kecamatan Cinere di empat kelurahan,” urai camat.

Sementara, Ketua TP PKK Kecamatan Cinere, Dian Karwati menyebut, dari empat kelurahan, lanjut camat, Kelurahan Gandul kini tersisa 12 balita stunting, Cinere 11 balita, Pangkalanjati 5 balita dan Pangkalanjati Baru 5 balita. Banyaknya stunting berdasarkan verifikasi akibat, pola asuh anak, faktor ekonomi, riwayat anemia, berat bayi lahir rendah, riwayat TB, pemberian MP Asi terlalu dini dan sanitasi.

“Alhamdulillah kini jumlahnya turun. Tentunya tak terlepas peran dari kader posyandu dan Puskesmas Cinere yang sering melakukan pemantauan. Kami yakin bisa berkurang tahun depan, bahkan kami targetkan bisa nol kasus atau zero,” tandasnya.(ati/rd)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna 

Editor : Fahmi Akbar