HANCUR : Mobil yang terjepit dengan kereta hingga perjalanan kereta dihentikan, di dekat perlintasan Kereta Rawageni, Cipayung Kota Depok., Rabu (20/4). ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Ustad Ahmad Yasin pengemudi Honda Mobilio yang disambar commuter line Bogor-Jakarta Kota lolos dari maut, Rabu (20/4). Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar, tiga takbir diserukan saat kereta bernomor KA 1077 menghantam mobilnya yang berkelir putih. Matanya pun terbelalak ketika kereta terhenti dan menyeret mobilnya sampai 15 meter. Selamat dari hantaman pria yang juga dosen Universitas Indonesia (UI) ini langsung keluar dari mobil dan lompat pagar pembatas rel.

Peristiwa maut ini bermula ketika Ustad Ahmad Yasin ingin berangkat ke Jakarta karena akan menjadi juri lomba MTQ tingkat SMA/SMK se-Jakarta Selatan. Saat waktu menunjukkan pukul 07:00 WIB, dia menyeberang lintasan kereta api. Seorang petugas penjaga pintu perlintasan Rel Rawageni Citayam berteriak kepadanya. Begitu mendengar teriakan penjaga tersebut, Ustad Ahmad Yasin pun menoleh ke kiri dan terkejut karena kereta sudah berada di depan matanya.

SELAMAT : Kondisi korban kecelakaan maut Ahmad Yasin saat diwawancara media usai kejadian.

 

“Begitu saya lihat kiri sudah langsung kepala kereta, saya pasrah sambil menutup mata,” kata Ustad Ahmad Yasin, usai selamat dari kecelakaan maut itu di lokasi kejadian.

Hantaman yang cukup kencang dirasakan Ustad Yasin, hingga kereta bernomor KA 1077 menyeret mobilnya hingga 15 meter. Beruntungnya, sabuk pengaman menyelamatkannya dari guncangan saat terserat kereta.

Ketika menyadari ternyata dirinya masih hidup dan bisa bernafas, saat membuka mata ternyata kereta sudah berhenti. Kaca depan mobilnya pun pecah, lubang kaca tersebut dijadikan Ustad Yasin untuk selamatkan diri, hingga memanjat pagar pembatas.

“Ada luka di kaki kanan, tangan, dan muka luka sedikit. Sama keseleo di pinggang sebelah kiri,” ungkap korban yang juga pemilik Pondok Pesantren Darul Quran Fantastis Citayam.

Korban mengakui, bahwa dirinya lalai karena terburu-buru menjadi juri MTQ di salah satu sekolah di kawasan Jakarta. Sehingga tidak sadar dengan kedatangan kereta meski penjaga pintu sudah berteriak akan ada kereta lewat.

Ustad Yasin sebenarnya, sudah melewati pintu rel keret Api Rawageni menuju Jalan Margonda, tapi maps yang menunjukan Jalan Rawageni karena menghemat waktu ke tempat tujuan.

“Saya akhirnya putar balik lagi ke pintu rel, karena terburu-buru saya tidak sadar kalau ada kereta mau lewat, padahal sudah dengat dan tau penjaga sudah teriak ada kereta lewat,” jelasnya.

Sebelum kejadian, kata Ustad Yasin tidak ada kejanggalan atau firasat aneh. Dirinya usai Salat Subuh, menyempatkan waktu untuk ngaji setengah juz dan mencuci mobil tersebut. Selanjutnya, bersiap dan berpamitan kepada istri dan anak. Karena waktu semakin mepet dari jadwalnya sebagai juri MTQ sehingga tergesa-gesa hingga kurang konsentrasi.

Kata Ustad Yasin, dari kejadian ini dapat diambil hikmahnya, terlebih dirinya sering lalu lalang di pintu perlintasan kereta api. Wajib untuk berhati-hati, lebih bersamar dan melihat kanan kiri sebelum melintas meski sedang mengejar waktu.

Keselamatan juga berpihak, saat kejadian kakak kandung korban bernama Haji Abdarad sedang melintas dan mengenali mobil tersebut. Sehingga dengan segera membawa Ustad Yasin ke rumah untuk mendapat pertolongan pertama. “Itu memang jalur kakak saya kalau mau mengawasi ponpes di kawasan tersebut,” ungkapnya.

Abdarab menjelaskan, saat kejadian, di mobil hanya ada satu orang, yakni Ahmad Yasin. Adrabab mengatakan Ahmad Yasin saat ini sudah pulang dan sedang diurut. “Bukan kabur, (sopir) dibawa pulang karena ditabrak, biar diamankan dulu. Mungkin dia telepon abangnya dulu dia dibawa pulang, saya datang ke sini suruh tunggu mobil,” ujar Abdarab saat ditemui di lokasi, Rabu (20/4).

Sebenarnya, kata Ahmad, penjaga pintu sudah menutup sebagian portal. Mungkin pengemudi tidak sadar dan dengar peringatan yang diberikan penjaga pintu itu.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas commuter line Bogor Jakarta Kota sempat terganggu sampai bangkai mobil berhasil dievakuasi. Penumpang pun terpaksa harus dievakuasi ke kereta lainnya.

Kabid Pengendalian dan Operasional Dinas Damkar Depok, Welmam Naipospos menyampaikan, evakuasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, hingga pihak KAI agar lebih cepat dan aktifitas kereta kembali berjalan normal. “3 jam kami evakuasi. Mulai dari jam 07:25 sampai 10:35 WIB,” katanya.

Damkar menerjunkan 10 personel untuk mempercepat evakuasi, dengan perlengkapan cutting spider, cutting kombinasi, holigan tools, dan tali karamantel. Ada dua orang yang terselamatkan, pertama pengemudi mobil dan satu orang lainnya adalah penumpang kereta api karena terkena benturan saat kereta menyeret mobil.

Kejadi tersebut juga membuat KA Commuter line mengeluarkan informasi resmi sekitar 07:30 WIB sesaat kejadian tersebut.

Melalui VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menyampaikan, saat ini KA masih dalam pengecekan. Commuter line meminta permohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Akibat kecelakaan ini jadwal perjalanan KRL menjadi terganggu. Penumpang KRL juga harus dievakuasi keluar gerbong.

Ratusan penumpang terpaksa dievakuasi ke KA 1079 jalur Bogor Jakarta Kota yang terpaksa berjalan di lajur kiri antar stasiun Citayam-Depok.

“Saat ini dalam proses evakuasi penumpang. Kami imbau kepada seluruh penumpang untuk tetap mengikuti arahan petugas. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” lanjut informasi yang diberikan PT KAI.

Dari pantauan Radar Depok di lokasi, dampak dari kecelakaan tersebut. Tembok pembatas perlintas rel dengan jalan raya porak poranda dan sekitar 2 jam aktivitas commuter line terganggu, bahkan perjalanan hanya sampai Depok. (arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar