DISAMBUT HARU : Keluarga menyambut jamaah haji Kloter 11 di Halaman Balaikota Depok, Selasa (20/8/2019). Sebanyak 400 jamaah haji dan enam petugas asal Kota Depok, tiba dengan selamat dan disambut isak tangis keluarga. DOK RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Kepastian berapa jatah kuota jamaah haji Kota Depok terjawab. Setelah tertunda selama dua tahun akibat Pandemi Covid-19. Rabu (27/4), terdapat  776 jamaah atau setara dengan 45,6 persen dari total yang tertunda, berangkat haji tahun ini. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok,  mencacat terdapat 1.600 jamaah yang tertunda sedari 2020. Artinya, ada 824 jamaah Depok yang belum bisa berangkat perjalanan haji.

“Untuk kuota Depok sebanyak 776 jemaah atau 45,6 persen yang berangkat pada tahun 2022,” terang Kasi Pelaksana Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kota Depok, Yuli Rahmawati, kepada Harian Radar Depok, Rabu (27/4).

Terkait penyortiran jamaah, dijelaskan Yuli, pemilihan jamaah berdasarkan urutan daftar pada 2020. Jadi dipastikan nomor urut 1 sampai 776 sesuai dengan catatan Kemenag Depok akan diprioritaskan keberangkatan hajinya.

Namun perbedaan biaya haji di tahun 2020 dengan biaya haji tahun 2022 yang ditetapkan pemerintah memiliki selisih. Jamaah tidak perlu khawatir. Sebab, dipastikan Yuli, bagi jamaah yang sudah melunasi biaya haji di tahun 2020 dan tidak diambil karena penundaan. Maka, biaya penambahan tidak dibebankan ke jamaah namun diambil dari nilai manfaat. “Bagi yang sudah melunasi maka biayanya sesuai dengan Bipih yang berlaku Rp39 juta,” terangnya.

Terkait persyaratan keberangkatan, sambung Yuli, tidak ada perbedaan, hanya lebih disederhanakan terkait dengan dokumen jemaah seperti KTP, Kartu Keluarga dan lajnnya.

Sementara, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Ummul Uqro, Haji Ahmad Kosasih mengatakan, ada persyaratan karantina selama 72 jam atau sekitar 3 hari, serta test PCR bagi seluruh jamaah.”Iya ada waktu karantina dan tes PCR sebelum keberangkatan jamaah,” katanya saat dikonfirmasi.

Persyaratan lainnya, jemaah yang berusia di atas 65 tahun untuk tahun ini dipastikan tidak dapat menunaikan ibadah ke tanah Arab. Keputusan ini menjadi persyaratan yang sudah di sepakati bersama antar pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi.

Namun, disampaikan Kosasih, persyaratan ini tidak permanen hanya dilakukan pada tahun ini. Sehingga jemaah yang berusia lanjut jangan berkecil hati, akan diprioritaskan keberangkatannya pada tahun 2023. “Persyaratan 65 tahun tidak permanen, cuma tahun ini saja. Jadi tahun depan yang usia 65 tahun ke atas akan di prioritaskan,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Depok dari laman media sosial informasi haji yang diberikan Kemenag Depok, adapun rencana jadwal keberangkatan dilakukan pada 2 Juni mendatang.

Berikut rencana perjalanan Haji tahun 2022, tanggal 2 Juni jamaah masuk asrama haji, 4 Juni-18 Juni jamaah gelombang satu berangkat ke Madinah. 19 Juni-3 Juli jamaah gelombang kedua berangkat ke Madinah, 16 Juli-30 Juli jamaah gelombang satu pulang, 31 Juli-14 Agustus jamaah gelombang kedua pulang.(arn/rd)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar