LESTARIKAN : Pengrajin Dodol satu keluarga besar ketika bergotong royong memgaduk dodol secara bergantian untuk mengambut hari raya lebaran, di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
yamaha-nmax

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hari Raya Idul Fitri atau disebut juga Lebaran kerap diidentikan dengan sesuatu yang khas, termasuk kuliner. Kerap dijadikan sebuah simbol kemenangan.

Sebuah keluarga di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, selalu menjaga tradisi kuliner saat lebaran, dengan membuat 50 kilogram dodol.

Uniknya, satu keluarga besar ini secara bergotong royong mengolah sendiri dari kompor yang masih menggunakan kayu. Nantinya akan disajikan untuk keluarga, kerabat, hingga tetangga.

“Kita buat bareng kakak dan adik, ada 10 orang yang terlibat pembuatan dodol ini,” jelas Pengrajin Dodol Depok, Dede Sulaeman.

Dirinya menerangkan, tradisi ini sudah dilakukan sejak dirinya masih kecil. Seluruh keluarga besar berkumpul sebelum hari Lebaran. Tujuannya adalah untuk membuat dodol, dibarengi silaturahmi di bulan puasa.

Baca Juga  Satpol PP Bojongsari Tertibkan Puluhan Spanduk

Untuk menghasilkan 50 kilogram dodol, kata Dede membutuhkan 20 liter beras ketan, 12 kilogram gula merah, empat kilogram gula putih, dan 50 butir kelapa yang diadon menjadi santan.

“Waktu pengadukannya 8 jam. Dodol itu bisa awet sampai 7 sampai 8 bulan tanpa diberikan pengawet makanan sedikitpun,” tandas Dede. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya