Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe. Istimewa

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe menilai generasi muda yang tumbuh di era teknologi informasi akan menjadi penentu arah pembangunan bangsa. Karena itu, generasi penerus jangan sampai tersesat di era digital. Sebab, akan berdampak signifikan bagi masa depan bangsa.

“Para pemuda ini akan menjadi menerus bangsa, di era teknologi informasi ini, harus diarahkan agar tidak kehilangan jati diri dan terpapar pengaruh negatif,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada Radar Depok, Kamis (21/04).

Politikus Gerindra ini mengungkapkan bahwa kehadiran jaringan digital memungkinkan generasi milenial untuk melakukan eksplorasi di berbagai bidang. Meski di satu sisi, transformasi digital memudahkan kaum muda menggunakan setiap platform digital untuk berbagi ide dan kreativitas.

“Di sisi lain, tak sedikit yang menyalahgunakan kemajuan teknologi untuk tujuan tertentu yang berlawanan dengan hukum,” ujar Abdul Harris Bobihoe.

Karena tantangan dalam transformasi digital, Abdul Harris Bobihoe menilai sangat berat, karena kaum muda bisa terhanyut dalam arus perubahan, terbiasa menularkan distorsi informasi, terlibat dalam gerakan tertentu yang merugikan diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

“Karena transformasi digital membentuk pola pembelajaran yang beragam tercermin dalam bagaimana individu mengekspresikan kemandirian dan kreativitas,” ujar dewan dari Dapil Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini.

Karenanya, Abdul Harris Bobihoe mewanti-wanti agar arus informasi yang begitu terbuka lebar di era digital ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh generasi muda. Dan, jangan sampai tersesat di dalamnya.

“Maksud tersesat di sini, jangan sampai masuk pengaruh-pengaruh negatif. Ini yang menjadi pekerjaan kita bersama, baik membuat regulasi dan pengawasan dari seluruh elemen,” pungkas Abdul Harris Bobihoe. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah