BUKA AKSES: Menhub Budi Karya Sumadi (dua dari kiri), Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menhan Prabowo Subianto mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Bandara Trunojoyo di Sumenep, Jawa Timur, (20/04). Dok.Setpres

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Lembaga survei Merdeka Institute merilis survei tentang lalu-lintas percakapan para netizen di dunia maya terhadap top five tokoh-tokoh yang digadang-gadang jadi calon presiden di Pemilu 2024. Berdasarkan analisis dari data media monitoring yang dilakukan Merdeka Institute, Anies Baswedan merupakan capres yang paling banyak diperbincangkan oleh para netizen di dunia maya.

Namun demikian, kendati Anies Baswedan paling banyak diperbincangkan alias memiliki tingkat engagement tertinggi, Prabowo Subianto justru menjadi capres yang banyak memperoleh sentimen positif dari para netizen.

“Sebanyak 25,4 persen dari total netizen yang mempercakapkan Prabowo cenderung menyampaikan ujaran positif tentang Ketua Umum Partai Gerindra itu, hanya 12,4 persen yang cenderung bernada negatif, dan sisanya 62,2 persen bersifat netral,” kata peneliti senior Muhammad Yafi dalam siaran daring, Kamis (21/04).

Yafi menjelaskan, mengenai tingginya sentimen positif tentang Prabowo Subianto dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, kinerja positif Prabowo sebagai menteri terbaik dalam Kabinet Jokowi Jilid II ternyata membuka mata publik mengenai totalitas Prabowo dalam mengemban tugas negara.

Kedua, sikap Prabowo yang jarang sekali mau terlibat dalam percakapan tentang capres 2024 diapresiasi publik sebagai sosok yang tidak ambisius nyapres seperti beberapa menteri lain dalam Kabinet Jokowi Jilid II. Ketiga, pernyataan-pernyataan Prabowo cenderung mengarah pada pencarian solusi daripada membangun kontroversi atas berbagai masalah nasional akhir-akhir ini.

Berdasarkan analisis Merdeka Institute, selain memiliki sentimen positif tertinggi, Prabowo mempunyai tingkat potential reach lebih tinggi dibandingkan capres lima besar lainnya.

“Ini menegaskan bahwa Prabowo akan jauh lebih melesat sebagai capres 2024 apabila Ketua Umum Partai Gerindra itu mulai serius dan masif memanfaatkan internet dan berbagai platform media sosial untuk pembentukan opini publik,” ucap Yafi.

Survei itu sendiri diselenggarakan selama 11 hari, yakni pada 9–20 April 2022. Survei ini berbeda dengan survei elektabilitas capres lantaran menggunakan metode knowledge discovery in database (KDD) dengan melibatkan para pengguna media sosial sebagai data. (jwp)

Editor : Ricky Juliansyah