SAKSI SEJARAH : Pengurus Pagma 1977 Depok saat foto bersama dengan Pagma 1977 korwil Sukabumi, Cianjur, Pelabuhan Ratu. ARNET/RADARDEPOK

Berbakti pada orang tua, menjalin dan menjaga persaudaraan di tanah Jawa Barat dilakukan Pagma 1977, mereka menancapkan bendera di Cianjur, Sukabumi, sampai Pelabuhan Ratu. Bukan tanpa tujuan, ini untuk melakukan pendataan bagi sanak saudara.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Memperkuat akar untuk menjaga tali perdaudaraan keluarga guru Maluku di Tanah Jawa Barat dilakukan Pagma 1977 Kota Depok, tiga wilayah di Jawa Barat berhasil mereka perkuat dengan membangun Korwil Cianjur, Sukabumi, dan Pelabuhan Ratu.

Semangat ini ditularkan Pagma Depok pada basudara yang ada di Jawa Barat, karena sudah sepantasnya mereka mengebalkan diri atas tugas mulia yang telah dilakukan para orang tua mereka.

Ada 500 orang tua mereka yang berlayar jauh, arungi lautan untuk memberikan jasa menulis dan membaca, memerangi buts huruf yang tahun 1977 masih sangat besar di sebagian Indonesia, bahkan di tanah Jawa yang menjadi wajah utama Tanah Air.

Komunikasi di bangun dari jauh jauh hari, hingga akhirnya Pagma. Depok bertolak ke Sukabumi menyapa keluarga guru yang ada disana, sekaligus membentuk Pagma di Sukabumi.

“Kami senang, pikiran dan misi kami sejalan. Gerakan ini dinanti saudara-saudara di sana,” kata Ketua Pagma 1977 Kota Depok, Soni Moriolkosu ketika berbincang dengan Radar Depok sambil menunjukan bukti foto pembentukan Korwil.

Hubungan yang telah dibangun orang tua mereka sudah seharusnya dijaga hingga meregenerasi sekarang. Karena dimanapun adatnya tentu hidup masyarakat harus rukun dan gotong royong.

Pernyataan yang terucap dari Soni membuat semangat para anak-anak guru Maluku untuk terus melanjutkan perjuangan orsmg tua mereka agar terus memberikan manfaat pada sesama.

“Orang tua berpesan itu. Biar bukan jadi guru, tetap harus bermanfaat untuk sesama, keluarga, dan diri sendiri. Tunjukan katong (kita) dari Maluku bisa lakukan itu,” kata Soni menirukan orang tuanya di masa lampau.

Soni menunjuk langsung langsung Leo Sainyakit sebagai Ketua Korwil Pagma Cianjur/Cipanas, Dora Larwuy sebagai Korwil Pagma Sukabumi, dan Frangki Wuarlela sebagai Korwil PAGMA Pelabuhan Ratu.

Kerja keras ini yang membuat Pagma bersemangat setelah berbincang dengan seorang guru yang masih hidup sampai saat ini, Evalina Kaneti. Perempuan senja itu, turut serta bersama 500 guru lainnya yang dikirim dari Maluku ke Jawa Barat.

Evalina satu satunya guru yang ada, perempuan asal Luang Maluku Barat Daya (MBD), sangat terharu akan gerakan yang dibangun muda mudi Maluku.

“Belau (Evalina) sangat terharu, berterima kasih yang mendalam. Doa beliau selalu menyertai langkah kita dan semua tujuan baik yang kita lakukan,” ungkap Soni menyudahi perbincangan ini. (*)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Ricky Juliansyah