Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Sri Utami.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam satu-dua malam ini kita akan memasuki 27 Ramadan 1443 Hijriah. Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Sri Utami menyebutkan, sebagaimana Hadits Rasulullah SAW bahwa kita diperintahkan untuk mencari Lailatul Qadar. Salah satu peluang besarnya pada malam 27.

Bila berdasarkan pengumuman pemerintah, itu jatuh pada kamis malam jumat (28/4). Tetapi jika versinya Muhammadiyah pada Rabu malam Kamis (27/4).

“Hikmahnya pada sepuluh hari terakhir itu kita berjaga, ibaratnya orang menjaring ikan, sepuluh hari terakhir Ramadan tidak boleh ada yang lolos karena ada riwayat yang menganjurkan mencari di malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan ,” ungkap Sri Utami.

Sri Utami melanjutkan, sebagaimana disebutkan dalam Alquran di surat Al Qadr. Lailatul Qadr adalah malam istimewa di bulan Ramadan padanannya lebih baik dari 1000 bulan atau setara 83,3 tahun. Sepanjang malam diberkati hingga terbit fajar.

“Malam ini adalah hadiah istimewa dari Allah SWT kepada umat Rasulullah SAW, sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Bahwa Allah SWT sangat ingin menemui kita kelak di surga. Allah SWT tidak menginginkan hambanya masuk Neraka,” terang Sri Utami.

Sri menuturkan, keberadaan surga dan neraka itu adalah wujud keadilan Allah SWT. Kalau setiap orang bisa masuk surga, tentu tidak adil bagi mereka yang sepanjang hidupnya selalu beramal saleh, berbuat kebaikan. Kalau dia sama-sama kemudian mendapatkan balasan yang sama dengan mereka yang berbuat dosa besar. Seperti pembunuh, koruptor, pencuri dan sebagainya.

“Keadilan Allah SWT justru manakala menciptakan Surga bagi yang beriman dan beramal saleh. Sebaliknya juga menciptakan Neraka, sebagai peringatan agar menjauhi hal-hal yang dimurkai Allah, dosa-dosa besar maupun dosa-dosa kecil. Kalau dosa kecil bisa diampuni dengan istighfar,” tutur Sri Utami.

Selanjutnya Sri Utami mengatakan, oleh karenanya Lailatul Qadar menjadi istimewa dari Allah SWT. Kalau dipadankan lebih baik dari seribu bulan, maka dia adalah 83,3 tahun. Jadi, pada malam ini shalat malam dua rakaat di malam Qadar, maka dia setara dengan shalat selama 83,3 tahun.

“Ini adalah cara Allah SWT melipat gandakan pahala seorang Mukmin. Sehingga nantinya timbangan kebaikan langsung naik drastis. Sebaliknya jika memohon ampun maka akan diampuni dosanya. Ini tentu timbangan keburukan akan berkurang. Dan ini menjadi tiket untuk masuk ke dalam Surga,” ucap Sri Utami.

Sri berharap, kita semua bisa memanfaatkan malam ini dengan semua ibadah shalat, tilawah Al Quran, dzikir, istighfar, berdoa juga bersedekah. Salah satu doa yang masyhur adalah membaca Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fuanna.

Semoga dalam Ramadan ini setelah ditempa selama satu bulan mampu menjadikan kita sebagai manusia baru. Hari raya Idul Fitri nanti tidak hanya ditandai dengan baju baru, tetapi memiliki hati yang baru, pikiran baru, telinga yang baru yang terlatih untuk mendengarkan yang baik-baik, mata baru yang terlatih melihat yang baik-baik, lisan baru yang hanya mengucapkan yang perkataan yang baik. Ramadan adalah bulan pendidikan yang ‘mentor’nya langsung oleh Allah SWT.

“Selamat mengisi hari-hari terakhir Ramadan dengan amalan-amalan istimewa. Semoga amal kita diterima Allah SWT, Taqobbalallahu minna wa minkum” pungkas Sri Utami. (gun/**)

 

Jurnalis : M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya