Ketua DPP PPP, Hj Qonita Lutfiyah

RADARDEPOK.COM – Tidak ada umat muslim di dunia ini yang tidak tahu tentang malam Lailautl Qadar. Bahkan,semua berlomba-lomba mendapatklan momentum yang sangat mahal nilainya itu. Bagaimana tidak, umat muslim yang beribadah padamalam lailatul qadaritu akan mendapatkan berlimpahganjaran.

Karenanya semuamelakukan ikhtyar demi mendapatkan kemuliaan malam lailatul qadar.Lalu,sebetulnya apa malam lailatul qadar itu? Seistimewa apakah malamtersebut? Hingga semuanya berbondong-bondong mencari dan mencariwaktu malam lailatul qadar.

Malam lailatul qadar memang merupakan satu keistimewaan yang Allah SWT berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW dibanding dengan umat-umat lainnya.

Karena malam lailatul qadar adalah malam yang lebih mulia dari pada seribu bulan. Ibnu ‘Arobi, dalam kitab Ahkamul Qur’an, menerangkan bahwa umat Nabi Muhammad diberikan beberapa anugerah yang tidak dimiliki oleh umat lainnya.

Seperti misalnya berpuasa di bulan Ramadhan akan dibalas sebesar puasa selama satu tahun. Kemudian membaca akhir surat al-Baqarah pahalanya seperti ibadah satu malam full.

Juga anugerah yang tidak ada tandingannya, yaitu malam lailatul qadar yang lebih utama dari pada seribu bulan.Maka tak heran, jika umat muslim memperbanyak amalan ibadah di malam lailatul qadar.

Mulai dari menunaikan shalat tarawih dan shalat malam lainnya, rajin membaca al-Quran, banyak berzikir atau beristighfar, bersedekah, hingga melakukan i’tikaf di masjid untuk mendapatkan keutamaannya.

Kapan waktu malam lailatul qadar?

Secara pasti tentu kita tidakpernah mengetahui kapan malam lailatul qadar itu hadir. Tetapi banyak sekali penjelasan para ulama yang menerangkan akan tanda-tanda malam lailatul qadar. seperti yang dijelaskan olehulama hadits terkemuka dari Mazhab Syafi’I,yaituIbnu Hajar al-Asqalani.

Menurut Ibnu Hajar, waktu terjadinya malam lailatul qadar, ada banyak sekali pendapatdan masing-masing pendapat memiliki landasan argumentasinya. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan ada 45 pendapat soal ketetapan waktu malam lailatul qadar.Namun, menurut Ibnu Hajar, ada pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi padatanggal ganjil dari 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Dan yang paling potensial adalah tanggal 21 dan 23 Ramadhan. Sebagaimana pendapat Imam Syafi’i. Sementara menurut mayoritas ulama adalah malam tanggal 27 Ramadhan. (Lihat Fathul Bari, juz 5, hal. 569).Hal itu diperkuat dengan dalil-dalil yang mendasari argumen Ibnu Hajar tersebut.

Pendapat yang mengatakan malam lailatul qadar pada tanggal ganjil dari 10 malamterakhir bulan Ramadhan. Seperti misalnya hadits yang diriwayatkan dari Aisyah.

اللهُلوسرَناَك:تلاق،اهنعاللهيضرةشئاعنعو-صلى الله عليه وسلم -،َناَضَمَرْنِمِرِخاَوَلأاِرْشَعلايفُرِواَجُيلأاِرْشَعلايفِرْدَقلاَةَلْيَلاوَّرَحَت«:لوقيوِهْيَلَعٌقفتم.»َناضَمَرْنِمِرِخاَو.

Artinya, “Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah sawbersabda: “Carilah lailatul qadar itu dalam malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq ‘alaih)

karena dasar itulah Ibnu Hajar mengunggulkan pendapat yang mengatakan bahwa lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan. Tepatnya pada malam-malam tanggal ganjil.

Apa hikmah dirahasiakannya waktu malam lailatul qadar?

Seperti apa yang penulis paparkan diawal, bahwa tidak seorangpun yang dapat memastikan kapan tanggal dan waktu pastinya malam lailatul qadar.

Karena hujjahatau dalil-dalil baikal-Qur’an maupun haditstidak ada yang menunjukan kepastian waktu. Tetapi hanya memberikan tanda-tanda yang mendekati waktu terjadinya malam lailatul qadar. Kembali menurut Ibnu Hajar al-Asqalani.

Dalam Fathul Bari-nya, ia menjelaskan bahwa hikmah dirahasiakannya malam lailatul qadar adalah agar semua umat Islam bersungguh-sungguh dalam berikhtiyar memperolehnya. Tentu dengan kesungguhan yang dibuktikan dalam bentuk ibadah. Baik shalat malam, i’tikaf, membaca al-Quran, ataupun memperbanyak istighfar.

Karena keinginan umat Islam yang kuat untuk mendapatkan malam lailatul qadar, ikhtiyar tersebut pun akan dilakukan sepanjang 10 malam terakhir di bulan Ramdhan. Berbeda jika telah ditentukan tanggal pastinya, khawatir kesungguhan ibadahnya hanya dilaksanakan pada malam itu saja. Mudah-mudahan dengan meraih kemuliaan malam lailatul qadar, ibadah umat islam menjadi berlipat ganda nilai dan ganjarannya. wallahua’lam.(*)