Ketua MUI Kecamatan Cilodong, H Dadang

RADARDEPOK.COM – Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Segala puji hanya milik Allah SWT. Yang telah memberikan kita semua kenikmatan dan karunia yang banyak, sehingga dengan nikmatnya tersebut kita bisa berada di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semoga ibadah puasa kita diterima dan dilipat gandakan pahalanya oleh Alloh SWT. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW dan segenap para sahabat dan tabi’in, tabiut’tabi’in sampai akhir zaman.  Para Shoimiin dan Shoimaat  yang dirahmati Alloh.

Salah satu tujuan disyari’atkan puasa adalah untuk  menuju perubahan yaitu dari mukmin biasa menjadi mukmin yang bertaqwa. Sebagaimana disebutkan dalam Al-qur’an surah Al-Baqoroh ayat 183 yang artinya :

Wahai orang – orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang – orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang – orang yang bertaqwa.

Idealnya memang begitu. Seseorang yang telah berpuasa berarti telah digembleng baik fisik dan mentalnya sehingga harapannya pada waktu yang telah ditentukan mereka akan berubah/mengalami perubahan, baik mental , akhlaq dan tabiat serta imannya. Namun fenomena di masyarakat tidak demikian, banyak orang yang berpuasa justru dari puasanya mereka tidak mendapatkan apa – apa kecuali lapar dan haus saja. Sebagaimana sabda Rasululloh SAW :

Para Shoimiin dan Shoimaat  yang dirahmati Alloh

Al Faqir  ingin memberikan contoh dua ekor binatang yang sama – sama berpuasa namun pada akhirnya beda/tidak sama jadinya atau perubahannya.

1.Binatang  Ular

Siapa yang tidak kenal ular? Semua masyarakat kenal dengan yang namanya ular yang buas dan ganas. Binatang Ular ini mengalami/ melakukan puasa ketika  dia habis  menyantap makanan. Lalu berapa lama dia berpuasa ?, tergantung berapa banyak/ besar yang dia santap, semakin besar dan banyak makanan yang dia santap bearti semakin lama pula dia berpuasa , karena menunggu proses pembusukan makanan yang dia santap. Akan tetapi setelah selasai berpuasa, berarti makanannya telah habis dia kembali lapar dan buas mencari makanan  lagi. Artinya puasa yang baru dilakukan tidak berpengaruh pada kelakuan dan tabiatnya, bahkan walaupun dia berganti kulit sekalipun, tidak ada efeknya buat perubahan yang baik. Sekali ular tetap ular yang dikenal buas dan ganas.

2.Binatang Ulat

Lain lagi dengan Ulat. Ulat ini juga melakukan puasa, akan tetapi dari puasa yang dilakukan oleh ulat ini menghasilkan buah yang bagus ( perubahan yang signifikan). Pada awalnya  ulat ini juga sama dengan ular  artinya sama – sama buas. Yaitu dengan memakan dedaunan sehingga mengakibatkan pohon itu gundul daunya habis dimakan ulat, akan tetapi setelah makan daun dia berpuasa dengan menjadi kepompong, lalu menjadi larva dan akhirnya menjadi kupu – kupu. Suatu proses yang cukup panjang untuk mencapai tujuan yaitu perubahan bentuk yang tadinya ulat dikenal menjijikkan dan menakutkan sekarang setelah berpuasa menjadi kupu – kupu yang indah, disenangi banyak orang dan berterbangan kemana dia suka dan makanannya pun berubah menjad sari bunga yang manis.

Para Shoimiin dan Shoimaat  yang dirahmati Alloh

Begitu seharusnya seorang mukmin / mukminah. Setelah mereka berpuasa seyogyanya mengalami perubahan, baik, akhlaq, tabiat dan imannya. Seperti yang telah dilakukan oleh binatang ulat. Sehingga keberadaanya dimana dia tinggal/ menetap selalu berguna banyak disenangi orang dan tidak menimbulkan serta membuat kerusakan dan kemanfaatannya bisa dirasakan orang banyak. Sebagaimana nabi bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat buat manusia lainnya.

Demikian para pembaca  Shoimiin dan Shoimaat  yang dirahmati Alloh. Taushiyah yang bisa kami sampaikan mudah – mudahan ada manfaatnya, bila ada kebenaran datang nya dari Alloh SWT dan bila ada kekurangan / kesalahan datang dari pribadi penulis, dan semoga ibadah kita diterima oleh Alloh SWT serta tahun depan kita dipertemukan dengan Bulan Ramadhan yang penuh berkah. Aamiin.  (van/rd)

Editor : Fahmi Akbar