aborsi
ilustrasi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – PS, perempuan 30 tahun diduga tega menggugurkan cabang bayi yang dikandungnya. Hal tersebut bermula dari laporan warga sekitar yang tinggal di Kelurahan Curug, Bojongsari, bahwa terdapat bayi merah yang sudah meninggal sebelum dilahirkan dengan proses seharusnya.

Ada laporan warga, dikontrakkan ada bayi belum genap umur tapi sudah meninggal,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bojongsari, Ipda Bowo, kepada Radar Depok, Kamis (28/4).

Mendengar laporan warga, pihak Polsek Bojongsari dengan segera menghampiri lokasi untuk mengamankan PS dan mengevakuasi bayi yang sudah meninggal tersebut. PS dibawa ke RSUD Kota Depok untuk mendapatkan pertolongan.

Kalau bayinya kami evakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penyelidikkan,” ujar Ipda Bowo.

Pada saat menghampiri rumah PS, Ipda Bowo memarkan, kalau PS hanya tinggal sebatang kara di kontrakkan berpetak. Tidak terdapat keluarga PS di Kontrakan tersebut.

Tidak ada siapa-siapa disana hanya ada dia seorang diri,” ujar Ipda Bowo.

Menurut penuturan warga setempat, keluarga PS berada di Palembang. Dan PS hanyalah orang pendatang baru yang datang ketempat tersebut. Warga juga banyak yang menuturkan jika perbuatan PS diduga dikarenakan sifat PS yang menjadi perempuan bayaran sebagai pekerjaannya.

Hingga kini kasus PS sudah dilimpahkan oleh pihak Polsek Bojongari ke Unit Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Depok. jika terbukti melakukan aborsi, PS akan dikenakan Pasal 194 UU Kesehatan yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (rd/ati)

Jurnalis : Nurhidayati Fauna

Editor : Junior Williandro