WASPADA NARKOTIKA : Wajah kawasan Kelurahan Depok yang diambil dari ketinggian gedung Pemerintah Kota Depok. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sepanjang tahun 2022 dari Januari hingga Mei, ada 10 Kelurahan di Kota Depok yang tinggi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Hal ini sesuai pemetaan terbaru dari BNN Kota Depok.

Kepala BNN Kota Depok, AKBP Rusli Lubis menyampaikan secara resmi, kelurahan tersebut adalah Depok, Baktijaya, Mekarjaya, Tugu, Kukusan, Ratujaya, Sukamaju, Cinangka, Serua, dan Sukatani.

“Hasil itu sesuai pemetaan kami di BNN. Wilayah yang dilakukan pemetaan karena kasus narkobanya tinggi,” terangnya.

Tercatat ada 62 Kelurahan yang tersebar di Kota Depok, 10 kelurahan itu terdapat di Kecamatan Pancoranmas, Sukmajaya, Cimanggis, Beji, Cipayung, Cilodong, Sawangan, Bojongsari, dan Tapos.

Artinya ada beberapa Kecamatan yang wilayahnya tidak termasuk dalam area rawan narkotika, seperti Cinere dan Limo.

Dibeberkan AKBP Lubis, dari seluruh Keluruhan yang rawan narkotika, kasus paling banyak ada di Kelurahan Depok dan Kelurahan Baktijaya.

“Kelurahan Depok dan Kelurahan Baktijaya ada sembilan kasus. Selebihnya di bawah itu, ada yang enam, lima, sampai empat kasus,” bebernya.

Menurut Rusli, dominan kasus yang ditemukan dari 10 kelurahan itu adalah ganja, meskipun ada pula kasus penyalahgunaan sabu-sabu.

Hal yang sangat memilukan, diungkapkannya, usia pelaku peredaraan dan penyalahgunaan narkotika mulai dari usia pelajar yaitu 15 tahun.

“Ada juga yang sudah berusia 40 tahun. Jadi mulai 15 sampai 40 tahun, tapi rata-ratanya berusia remaja,” ungkap AKBP Rusli.

Untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, BNN Kota Depok melakukan program Bersih Narkoba (Bersinar) di 10 kelurahan tersebut.

“Kami membentuk kelurahan-kelurahan di Kota Depok menjadi kelurahan yang bersinar (Bersih Narkoba), itu program dari BNN RI,” pungkas Rusli. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya