Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe. Istimewa

RADARDEPOK.COM – Wisata berujung maut Bus Pariwisata Ardiansyah di Tol Mojokerto-Surabaya tepatnya di KM 712 pukul 06.20 pagi tadi menewaskan belasan korban jiwa. Hingga pukul 11.00 total korban meninggal mencapai 15 penumpang.

Atas peristiwa tersebut, Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe turut berbela sungkawa dan berharap agar insiden Wisata berujung maut dapat menjadi pelajaran bagi semua yang terlibat.

“Mendengar informasi tersebut, saya Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya,” tutur Abdul Harris Bobihoe.

Politikus Gerindra itu mengharapkan agar wisata berujung maut ini menjadi pelajaran untuk semua dan berharap tidak terulang lagi, dengan segala perencanaan dan persiapan yang matang dari semua yang terlibat.

“Tentu kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak saja. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menyusun persiapannya,” katanya.

Dia mencontohkan, untuk PO Bus agar mempersiapkan armada yang layak jalan, setelah sebelumnya melakukan pemeriksaan, seperti kesiapan bus, mulai dari mesin, ban, rem hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Ini sangat penting, untuk keselamatan dalam perjalanan,” tegas Abdul Harris Bobihoe.

Dan, sambung wakil rakyat dari Dapil Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini, yang tidak kalah penting dari sumber daya manusia (SDM), baik sopir hingga kernetnya.

“Misalnya, jika menempuh jarak yang jauh, sediakan sopir cadangan lebih dari satu orang. Hal ini untuk menghindari kelelahan dan kantuk. Jadi, jika sopir mengantuk, bisa digantikan dengan sopir cadangan dan lain sebagainya,” ucap Abdul Harris Bobihoe. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah