cabul
DIPERIKSA : Jaksa Kejari Depok sedang melakukan penyidikan terhadap A, tersangka pencabulan anak kandung di bawah umur.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus rudapaksa anak di bawah umur kembali terjadi di Depok. yang parahnya, kali ini pelakunya adalah A (48) ayah kandung korban. Pelaku dengan sasdisnya memperkosa putri kandungnya yang berumur 11 tahun. Atas perbuatannya A akan dihadapkan ke persidangan oleh Kejari Depok dalam waktu dekat.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Andi Rio R. Rahmatu mengatakan, pihaknya sudah melakukan kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Metro Depok (Polrestro Depok).

Penanganan tersangka sudah masuk tahap dua, atau sudah diserahkan ke kami untuk diadili,” kata Andi, Rabu (18/5).

Dia mengungkapkan, tersangka A diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 81 ayat (1), Ayat (3) jo pasal 76D UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah terakhir dengan UU No 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi UU jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dari Penyidik Polres Metro Depok.

Kami akan menerapkan undang-undang perlindungan anak atas kasus ini,” ucapnya.

Dia menyebut, berkas perkara sebelumnya telah dilakukan penyidikan dari penyidik Polrestro Depok dan telah dilakukan penelitian dan koordinasi untuk kelengkapan formil dan materil dan telah dinyatakan lengkap oleh teman-teman jaksa penuntut umum atau penyidik telah menerima berkas perkara dan telah P21.

Kejaksaan juga telah menetapkan Jaksa Adhi Prasetya Handono, Hengki Charles Pangaribuan, serta Alfa Dera sebagai Penuntut Umum dalam kasus ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Kejari Depok memiliki perhatian khusus terhadap kasus tercela ini, karena tersangka adalah sang ayah yang seharusnya menjadi tempat berlindung telah mengakibatkan trauma berat kepada korban yang merupakan anak kandungnya.

Kami sangat prihatin dengan adanya kasus seperti ini, orang tua yang harusnya melindungi ini sampai tega mengancam menggunakan senjata tajam untuk dapat melakukan hubungan intim atau persetubuhan dengan anak kandungnya sendiri,” terangnya.

Kata dia, pada saat tahap dua kemarin dihadirkan juga barang bukti senjata tajam yang digunakan oleh tersangaja untuk melakukan pengancaman terhadap korban, dan itu pun dibenarkan oleh tersangka dia mengancam menggunakan senjata tajam tersebut sebelum melakukan persetubuhan.

Kasus ini menjadi perhatian penuh oleh Kejaksaan, karena bisa merusak masa depan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu kami turun jaksa-jaksa terbaik kami untuk dapat mengungkap dipersidangan perbuatan bejat yang telah dilakukan tersangka,” tuturnya.

Andi menerangkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, tersangka A mengaku telah menyetubuhi anaknya secara berulang kali karena terpengaruh film porno.

Oleh karenanya Kejaksaan Negeri Depok melalui seksi intelijen akan meningkatkan penerangan hukum dan penyuluhan hukum terkait dengan sosialisasi kekerasan seksual guna menekan tindak pidana serupa terjadi di kota Depok,” tutupnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro