BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Launching Delinna Kerren
PERINGATI MAY DAY: Buruh dan pekerja Kota Depok ketika memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional tahun 2022 di Aula Serba Guna Lantai 10, Gedung Dibaleka 2, Balai Kota Depok. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 100 buruh dan pekerja Kota Depok memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional tahun 2022 di Aula Serba Guna Lantai 10, Gedung Dibaleka 2, Balai Kota Depok.

Ratusan orang tersebut berasal dari delapan serikat pekerja yang ada di Kota Depok.

“Peringatan May Day sejatinya jatuh setiap tanggal 1 Mei. Namun diundur karena bertepatan dengan libur lebaran 2022,” tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Mohamad Thamrin.

Selain peringatan May Day, pada kesempatan ini juga dilaunching program De’linna Kerren atau Depok Lindungi Tenaga Kerja Rentan.

Yaitu program kolaborasi antara Disnaker dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kota Depok yang bertujuan untuk melindungi pekerja rentan.

Lewat program tersebut, pimpinan yang ada di perusahaan, badan usaha atau pemberi kerja dapat berpartisipasi melindungi risiko pekerjaan pekerja rentan, baik melalui alokasi anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) atau sumber dana lain, untuk membiayai iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Program De’linna sudah disosialisasikan sejak Desember tahun kemarin, namun baru launching pada 12 Mei 2022.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Rizal Dariakusumah menambahkan bahwa sejak program ini disosialisasikan sampai bulan ini, sudah 268 pekerja rentan di wilayah Depok yang telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketengakarjaan. Meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Dimana dengan menyisihkan Rp16.800 per bulan, maka jika terjadi risiko kecelakaan kerja seluruh biaya perawatan akan di-cover oleh BPJamsostek tanpa batas biaya, sesuai indikasi medis hingga sembuh.

“Dan bisa bekerja kembali, serta jika mengalami risiko kematian maka ahli waris berhak mendapatkan santunan kematian dan beasiswa untuk dua orang anak sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (gun/**)