GELEDAH : Tim Penyidik Kejati DKI Jakarta ketika melakukan penggeledahan di kediaman HH, mantan Kepala UPT Tanah, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, di Blok F I, Perumahan Pesona Khayangan, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kejati DKI Jakarta menggeledah kediaman mantan Kepala UPT Tanah, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, HH di Blok F I, Perumahan Pesona Khayangan, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Itu adalah bagian dari langkah untuk pencarian alat bukti terkait dengan kasus mafia tanah di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

“Ini terkait untuk mencari alat bukti terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi tanah pembebasan lahan di Cipayung sesuai dengan amanat atau perintah Jaksa Agung maupun Presiden Jokowi,” kata Kasi Penyidikan Kejati DKI Jakarta, Budi Triono, Jumat (20/05).

Dari penggeledahan itu, ungkap Budi, pihaknya berhasil mengamankan alat bukti berupa dokumen dan alat elektronik. Kendati demikian, kata dia, tidak ada terperiksa yang dibawa untuk dilakukan penahanan oleh Kejati DKI Jakarta.

“Gak ada (terperiksa yang dibawa),” terang Budi.

Lebih dalam, Kasipenkum DKI Jakarta, Ashari Syam menjelaskan, penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tanah Cipayung, Jakarta Timur.

“Dimana, sebelumnya dari hasil pemeriksaan Tim Penyidik, diperoleh informasi adanya barang bukti berupa dokumen yang berhubungan dengan penyidikan yang sedang didalami yang disinyalir disimpan dan berada dirumah Saksi HH tersebut,” jelasnya. 

Dari penggeledahan itu, kata dia, tim penyidik Kejati DKI Jakarta berhasil menemukan dan menyita barang bukti yang dicari berupa beberapa dokumen penting seperti sertifikat, BPKP Mobil dan HP. 

“Rencananya hari ini, Tim Penyidik akan melanjutkan penggeladahan dibeberapa tempat yang dicurigai terdapat barang bukti yang bisa mendukung pembuktian untuk selanjutnya dapat menemukan tersangkanya,” tandansya. (rd/ger)

 

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Pebri Mulya