disdukcapil
PELAYANAN : Masyarakat saat menerima pelayanan Disdukcapil di Kantor Pemerintah Kota Depok, Jalam Margonda Raya. ARNET/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pasca Idul Fitri berdampak pada pengurusan administrasi kependudukan soal pindah datang. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok mencatat warga Depok banyak yang pindah keluar.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Nuraeni menjelaskan, setelah Idul Fitri ada sebanyak 932 jiwa yang mengurus administrasi Surat Keterangan Pindah (SKP) keluar.

“Jumlah tersebut dalam kurun waktu 9 hari, mulai dari tanggal 9 sampai 18 Mei. Jadi setelah libur lebaran mulai sudah mulai ada aktiftas tersebut,” terangnya kepada Radar Depok, Rabu (18/5).

Tercatat dari jumlah jiwa yang pindah keluar, kata Nuraeni, pihaknya telah mengeluarkan 530 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI).

Untuk tujuan kepindahan, Disdukcapil belum bisa membeberkan karena terintegritas ke Dirjen Kependudukan di pusat. “Datanya ada di pusat. sekarang database ada di pusat semua. Jadi di kita hanya permohonannya, besok akan dicek kemana tujuan yang banyak,” ungkap Nuraeni.

Namun bukan berarti Depok tidak kedatangan para warga dari daerah. Memang secara data lebih banyal yang pindah keluar daripada pindah datang.

Dipaparkan Nuraeni, warga Depok yang datang dari berbagai Daerah setelah aktifitas mudik Idul Fitri ada 777 jiwa dari 437 Kepala Keluarga (KK).

“Jadi tetap lebih banyak yang pindah keluar dari pindah datang, itu data sampai saat ini. Masih bisa bergeral terus karena baru sembilan hari,” paparnya.

Artinya bila dihitung dari data yang masuk ke Disdukcapil, ada pengurangan warga Depok sebanyak 155 jiwa, karena jumlah pindah keluar dikurangi yang pindah datang. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Junior Williandro