PROTES : Warga RT 03/04 yang melakukan protes terkait luapan air kali pesanggrahan di jembatan penghubung Cipayung dan Pasir Putih. ALDY RAMA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Jembatan penghubung Cipayung dan Pasir Putih di Jalan Mawar, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan terendam banjir, warga RT 03/04 melakukan protes, Minggu (29/05). Aksi protes ini dilakukan lantaran banjir di jembatan pembatas Cipayung dan Pasir Putih tidak kunjung ada penanganan serius dari pemerintah.

“Hampir setiap hari jembatan penghubung Cipayung dan Pasir Putih ini mengalami banjir dari kali pesanggrahan, dan peristiwa ini sudah terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 4 tahun,”ucap Ketua RW 04, Baban Hambali kepada Radar Depok, Minggu (29/05.

Baban mengungkapan, kali pesanggrahan yang menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak dapat membendung sampah menjadi penyebab air meluap hingga ke jembatan.

“Awalnya kali pesanggrahan ini bukan untuk pembuangan akhir, tapi sekarang jadi tempat pembuangan akhir di Depok,” lanjutnya.

Baban berharap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dinas-dinas terkait, bahkan Walikota Depok meninjau lokasi langsung untuk melihat bagaimana keadaan jembatan yang terdampak banjir.

Sedangkan, Ketua RT 03, Nebon mengatakan, protes yang dilakukan oleh warga ini untuk kepentingan bersama, terutama pengguna jalan yang akan melintas.

“Adanya protes ini bukan untuk mengatasnamakan RT 03 saja, tapi untuk masyarakat umum, karena jembatan penghubung ini merupakan akses umum yang digunakan masyarakat,” ucapnya.

Nebon mengatakan, dirinya tidak bisa tinggal diam ketika melihat banyak motor yang mogok saat melewati jembatan penghubung.

“Kami meminta tolong kepada dinas terkait maupun pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan jembatan penghubung ini agar segera ditangani luapan air yang tidak kunjung usai,” ungkapnya.

Nebon berharap, luapan air di jembatan penghubung ini dapat selesai, agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk melewatinya. (cr2)

Jurnalis : Aldy Rama

Editor : Ricky Juliansyah