RAPAT PARIPURNA : Suasa Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Selasa (10/05). FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPRD Kota Depok kembali melaksanakan Sidang Paripurna di Gedung Paripurna DPRD Kota Depok, Selasa (10/05).

Tidak beda jauh dari pelaksanaan rapat Paripurna sebelumnya, rapat kali ini juga terasa sengit. Betapa tidak, begitu Ketua DPRD Kota Depok T.M. Yusuf Syahputra menyatakan sidang dibuka dan terbuka untuk umum, gelombang interupsi langsung mengalir deras. 

Salah satu anggota rapat yang pertama kali melakukan interupsi adalah Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Babai Suhaemi. 

Dalam interupsinya Babai meminta Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Depok untuk menerima surat mosi tidak percaya dari Fraksi PKB atas kepemimpinan T.M. Yusuf Syahputra. 

“Menyikapi Paripurna 27 April kemarin yang berakhir dengan keluarnya enam fraksi kecuali PKS, saya sebagai anggota ingin menyampaikan ketua gagal dalam memimpin dan menyimpulkan rapat,” ucapnya, Selasa (10/05). 

Senada dengan Babai, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, Hamzah juga melayangkan mosi tidak percaya. 

“Saya atas nama Fraksi Gerindra juga menyatakan mosi tidak percaya atas kepemimpinan ketua. Saya minta agar rapat ke depan dipimpin Wakil Ketua DPRD saja, ketua tidak usah memimpin rapat hari ini,” tuturnya. 

Pun demikian dengan Fraksi PDIP dan Fraksi Golkar yang juga mengajukan mosi tidak percaya atas kepemimpinan T.M Yusuf Syahputra. 

“Fraksi PDIP juga mengajukan mosi tidak percaya dan akan melayangkan surat ke BKD, kami juga meminta kebesaran hati ketua untuk tidak memimpin rapat hari ini, sampai surat mosi tidak percaya kami diurus BKD,” tukasnya.

Jadi, ada enam fraksi yang menyatakan mosi tidak percaya, antara lain 6, PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, Golkar, PKB-PSI dan Demokrat Persatuan Pembangunan. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya