uang abramovich
Roman Abramovich.

RADARDEPOK.COM – Adanya keinginan dari Roman Abramovich untuk mendapatkan kembali uang dari penjualan Chelsea, membuat klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut terancam dicoret dari Premier League terkait akuisisi klub.

Mengutip daril laporan The Sun, Roman Abramovich menuntut 1,6 miliar paun (Rp 29 triliun) yang dia pinjamkan ke klub melalui kendaraan investasi dilunasi secara penuh sebagai bagian dari penjualan.

Chelsea menyebut, utang kepada Abramovich melalui perusahaan induk klub Fordstam harus dikirim sebagai bagian dari hasil penjualan ke Camberley International Investment yang berbasis di Jersey. Abramovich sendiri disebut-sebut memiliki koneksi dengan Camberley International Investment.

Pembayaran utang tersebut diyakini membuat Abramovich mendapat sebagian cuan dari dana penjualan Chelsea. Hal ini jelas melanggar sanksi yang dijatuhkan Pemerintah Inggris, sekaligus menghambat proses penjualan klub.

Sebelumnya, Abramovich mendapat sanksi dari Pemerintah Inggris sebagai imbas perang Rusia vs Ukraina. Raja minyak itu dihukum karena dianggap punya hubungan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang memerintahkan serangan ke Ukraina.

Pemerintah Inggris membekukan seluruh aset Abramovich di Negeri Ratu Elizabeth, termasuk Chelsea. Abramovich pun harus melepas The Blues tanpa mendapat keuntungan sepeser pun dari penjualan klub.

Beberapa investor saat ini berupaya mengakuisisi Chelsea. Konsorsium yang dipimpin Todd Boehly, bos klub Major League Baseball (MLB) LA Dodgers, menadi yang terdepan dengan tawaran 2,5 miliar paun.

Chelsea berharap akuisisi pemilik baru tuntas pada akhir Mei ini. Di tengah pembicaraan tersebut, muncul isu sandungan yang berpotensi membuyarkan pembelian The Blues. 

Chelsea sudah harus menyelesaikan penjualan klub sebelum mencapai batas akhir lisensi pengelolaan klub, yakni 31 Mei. Klub London itu terancam sanksi larangan tampil di Premier League dan kompetisi Eropa apabila gagal menemukan pemilik anyar sebelum tempo yang ditentukan. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya