RINGSEK : Kecelakaan Bus Ardiansyah di jalur tol Surabaya–Mojokerto Km 712+400 A, berjumlah 15 jiwa dan 19 diantaranya mengalami luka berat. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Maut memang tidak ada yang tahu. Senin (16/5) pagi, rombongan warga di dua RT : RT1 dan RT2 di Kelurahan Benowo Kota Surabaya yang sejatinya berdamawisata ke Dieng Jawa Tengah, dijemput maut. Korban meninggal dunia kecelakaan Bus Ardiansyah di jalur tol Surabaya–Mojokerto Km 712+400 A, berjumlah 15 jiwa dan 19 mengalami luka berat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, 13 orang dinyatakan meninggal dunia di RS Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto. RS itu digunakan untuk merawat dan menampung beberapa korban. ”Informasi pertama 13 orang. Tapi sepertinya ada tambahan (korban meninggal dunia), tapi bukan di RS ini,” kata Ridwan di RS Wahidin Sudiro Husodo, Senin (16/5).

Baca Juga : Tergelincir, Dilindas, Satu Meninggal di Depan Gang Nangka Depok

Tambahan dua korban meninggal itu, lanjut dia, ada di RSUD R.A. Basoeni, Mojokerto. Sebanyak 25 penmpang yang menjadi korban kecelakaan itu dirawat di 3 rumah sakit. ”(Korban meninggal) tambahan bukan di sini tapi di RS Basoeni dan RS Citra Medika. Jadi ada 15 (meninggal dunia),” ucap Ridwan.

Dari 13 jenazah, Ridwan menyebut, baru 7 yang telah diidentifikasi. Sebanyak 4 di antaranya sudah dibawa ke rumah duka. ”Dan 3 ini sudah disiapkan untuk berangkat pulang (ke rumah duka untuk disemayamkan),” kata Ridwan.

Dia memastikan, semua korban merupakan warga Surabaya. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya akan memfasilitasi ambulans yang membawa korban kembali pulang. ”Walikota (Eri Cahyadi) perintah untuk pendampingan dan kirim ambulans. Kata beliau semua ambulans dikerahkan supaya tidak memberatkan di sini jadi kita membantu kepulangan jenazah dari RS di Wahidin sini ke rumah duka,” papar Ridwan.

Kasubdit PJR Dirlantas Polda Jatim, AKBP Dwi Sumrahadi Rahmanto menjelaskan, bus tersebut membawa penumpang sebanyak 25 orang. ”Bus nopol S 7322 UW membawa penumpang lebih kurang 25 orang. Berangkat dari Jogja tujuan Surabaya,” terang Dwi.

Bus itu mengalami kecelakaan dengan dugaan awal sopir yang mengantuk. Bus menabrak tiang penunjuk arah dan terguling di tepi jalan. Dwi menjelaskan, bus itu awalnya melaju dengan kecepatan sedang di jalur lambat. Di km 712+200/A, kendaraan oleng ke kiri dan menabrak tiang VMS (variable message sign) di pinggir bahu jalan tol sehingga terguling.

Direktur RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Sulaiman Rosyid mengatakan, korban jiwa akibat kecelakaan bus pariwisata dievakuasi ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto berjumlah enam orang. “Sedangkan korban luka berat yang dirawat di tempatnya hanya 1 orang atas nama Febiro,” ucap Sulaiman.

Sulaiman menambahkan, korban tewas yang berada di RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo yakni Titis Hermi, warga Jalan Benowo 2 nomor 11, Ainur Rofiq warga Jalan Benowo 3 nomor 29, Edi Purnomo warga Jalan Benowo, Nita Ning Agustin, Diany Astrelia, dan Gibran (7). Selain enam korban jiwa tadi, ada beberapa korban jiwa yang tersebar di dua rumah sakit lainnya. Satu korban jiwa yakni anak berusia 9 – 10 tahun yang dinyatakan meninggal dunia di RSUD RA. Basoeni Gedeg Mojokerto, serta satu penumpang tanpa identitas yang tengah dievakuasi ke RS Citra Medika Sidoarjo.(JPC)

Editor : Fahmi Akbar