KHIDMAT : Suasana saat Muslimat NU Depok mengadakan Halal Bihalal di Gedung Al-Azhari Tower, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Istimewa

RADARDEPOK.COM – Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Depok menggelar acara Halal Bihalal yang dihadiri ratusan jamaah.
Suasana khusyuk dan penuh kebahagiaan terpancar dari semua jamaah.

“Momen Halal Bihalal  adalah momentum mempererat tali persaudaraan atau silaturahmi. Tentu, ini merupakan  suatu kebahagiaan setelah tidak bertemu selama ramadhan dan selepas Hari Raya Idul Fitri,” ujar Ketua PC Muslimat NU Kota Depok Ustadzah Siti  Luluk Muflihah seusai acara Halal Bihalal & Silaturahmi Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kota Depok bersama PAC Muslimat NU se-Kota Depok. Gedung Al-Azhari Tower, Grogol, Limo.

Menurutnya, Halal Bihalal sebagai ajang konsolidasi internal dan penguatan Muslimat NU Kota Depok.

Ia menambahkan, selama ini Muslimat NU lebih dikenal dengan pembinaan di Majelis Taklim atau pengajian. Menurutnya, sudah banyak program yang telah dijalankan. Seperti dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan lainnya.

“Dengan semangat halal bi halal ini menjadi semangat baru dalam berkiprah di Muslimat NU Depok. Tentunya, untuk kemaslahatan umat dan turut serta membangun masyarakat Depok agar lebih maju,” harapnya.

Hal senada diutarakan Ketua PCNU Kota Depok Ust. Achmad Solechan, M.Si mengapresiasi kegiatan halal bi halal. Menurutnya,  halal bi halal merupakan tradisi keagamaan yang hanya dijumpai di Indonesia. Ia menambahkan pencetus tradisi ini adalah salah satu pendiri NU yakni KH. Wahab Hasbullah.

“Tradisi halal bi halal yang digelar setelah Idul Fitri dari NU dan meluas dilaksanakan secara umum di Indonesia. Momentum ini sebagai ajang penguatan internal organisasi. Kita berharap Muslimat NU Depok bisa terus berkhidmat untuk umat dan bagi kemaslahatan masyarakat Depok,” katanya.

Narasumber KH. Zulfa Mustofa mengungkapkan bahwa salah satu ciri NU tidak mudah mengkafirkan orang. Ia mencontohkan keberhasilan dakwah Wali Songo dengan menunjukkan  kelembutan dan kedamaian Islam.

Dirinya menambahkan, menghormati tradisi atau adat istiadat. “Salah satu ciri NU itu diantaranya: tawazun, tawasut, itudaladalah toleran atau menghargai perbedaan. Untuk itu, NU organisasi besar yang sampai saat ini tetap eksis,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dihadiri juga Ketua PCNU Kota Depok Ust. Achmad Solechan, Rois Syuriah NU Depok KH. Syihabuddin Ahmad, jajaran Pengurus Mulimat NU Depok, Fatayat, IPNU, IPPNU Depok dan lainnya. Acara diisi dengan rangkain pembacaan zikir, tahlil, sholawat, sambutan-sambutan, tausiyah dan doa penutup oleh KH. Zainuddin Maksum Ali. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah