Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe. Istimewa

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas perdana setelah libur panjang lebaran pada Kamis (12/05) dibayangi munculnya fenomena hepatitis akut misterius. Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe meminta agar masyarakat, khususnya orang tua siswa tidak panik berlebihan ikhwal hal tersebut.

Namun, politikus Gerindra ini meminta agar orang tua, dinas pendidikan dan lembaga penyelenggaran pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga lingkungan sekolah tetap steril.

“Meski tidak perlu panik berlebihan, langkah preventif sudah harus dilakukan,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada Radar Depok, Rabu (11/05).

Dewan dari Dapil Jabar 8 (Kota Depok-Kota Bekasi) ini mencontohkan, seperti orang tua yang senantiasa mengingatkan anak-anaknya untuk tidak jajan sembarangan, menggunakan alat makan dan minum yang bersih, serta yang utama menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dinas pendidikan di kabupaten/kota juga harus membuat langkah-langkah strategis, demikian juga kesiapan sarana dan prasarana di sekolah atau lembaga penyelenggara pendidikan lainnya,” beber Abdul Harris Bobihoe.

Terlebih, sambung Abdul Harris Bobihoe, saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Sehingga, perlu kolaborasi dari seluruh elemen, khususnya di dunia pendidikan dalam menyikapi serta mengantisipasi fenomena hepatitis akut misterius tersebut.

Harris pun menyakini semua dapat dilaksanakan dengan baik, karena berkaca dari pandemi Covid-19, di mana seluruh elemen dapat berkolaborasi dan berjuang dari hantaman Virus Korona tersebut.

“Jadi, kita sudah terbiasa hidup new normal, tentunya kita sudah belajar dan terbiasa untuk hidup bersih dan sehat. Insha Allah fenomena hepatitis akut misterius itu bukan ancaman serius bagi kita semua,” pungkas Abdul Harris Bobihoe. (cky)

Editor : Ricky Juliansyah