Pengamat Sepakbola Nasional asal Depok, Supartono

RADARDEPOK.COM – Di mulai perjalanan di SEA Games 2021 dengan hasil yang pahit. Pasukan Shin Tae-yong tak boleh menyerah dan bergegas bangkit pada jadwal pertandingan selanjutnya. Laga kedua Grup A SEA Games 2021, Indonesia mesti meladeni Timor Leste di Stadion Viet Tri, Vietnam, Selasa (10/5/). Laga hidup mati ini menentukan kepastian langkah, siapa yang segera angkat koper dari Vietnam. Bila pasukan Shin Tae-yang kalah, maka dipastikan akan sulit menembus babak semi final. Sebaliknya, bila Timor Leste yang kalah, sudah pasti mereka pulang lebih awal.

Pengamat Sepak Bola Nasional, Supartono menyebut, laga Indonesia vs Timor Leste dipastikan akan berjalan panas. Sebab, sudah menjadi tradisi, para pemain Timor Leste tentu akan memancing personality (emosi dan mental) anak Garuda dengan bermain keras cenderung kasar.

Sejatinya, Timor Leste sudah berlaga di SEA Games sebanyak 27 pertandingan. Hasilnya, ada lima kemenangan yang digapai Timor Leste, dan satu hasil imbang, serta ada 21 laga lainnya dengan menelan kekalahan.

Menariknya, satu-satunya hasil imbang Timor Leste di SEA Games justru dicatatkan saat melawan Indonesia. Sementara, head to head Indonesia baru 2 kali dalam sejarah SEA Games. Head to head itu adalah : 1. SEA Games 2013, Indonesia 0-0 Timor Leste, dan 2. SEA Games 2017, Indonesia 1-0 Timor Leste.

Dari catatan itu, maka Timor Leste bukanlah tim yang mudah dikalahkan oleh Indonesia. Dalam pertemuan ketiga, kebetulan Indonesia dan Timor Leste sama-sama memburu kemenangan pertama di SEA Games 2021. Sebab, Garuda Muda baru sekali berlaga, menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam. Sementara, Timor Leste sudah dua kali kalah. Ditekuk Filipina 0-4. Setelah itu, digasak  Myanmar 2-3.

“Ada 2 faktor yang wajib diperhatikan Shin Tae-yong (Sty) dalam menghadapi Timor Leste. Pertama faktor head to head. Timor Leste bukanlah tim yang mudah dikalahkan oleh Indonesia,” jelas pria yang tinggal di Sukmajaya Kota Depok ini.

Faktor 2, kekalahan mereka atas Filipina dan Myanmar, jangan dijadikan tolok ukur bahwa Timor Leste tim lemah. Sehingga STy dan pasukan Garuda yang dipercaya turun gelanggang, wajib tak jemawa, cerdas integensi dan personality.  Dan, jangan berpikir menang dengan banyak gol. Tapi berpikirlah menang gol dengan jalan menang permainan karena cerdas otak dan emosi. Terlebih, setelah digebuk Filipina 0-4, Timor Leste bangkit dan mampu menyulitkan Myanmar dengan hasil akhir kalah tipis 2-3.

Jangan salah komposisi, salam bermain cerdas dari Indonesia. Demi mengais poin 3, bukan poin 1 karena imbang apalagi kalah dari Timor Leste, maka STy jangan lagi gegabah dan tak cerdas memasang komposisi pemain. Kehadiran Asnawi mau pun Baggot, tetap saja dapat tak berdampak pada kemajuan tim, bila para pemain lain yang dipercaya turun tetap tak berkembang intelegensi dan personalitynya.

“Ingat, publik sepak bola nasional akan kembali menjadi saksi kiprah STy dan para pemain yang dipilihnya berlaga di SEA Games yang targetnya emas. Jadi, siapa pun yang kini ada, dekat, dan bersama dengan Timnas U-23 di Vietnam, tolong sampaikan salam,” jelasnya.

Tak perlu ambisi menang banyak gol. Konsentrasi dan jangan mempermalukan diri di sektor belakang. Mempermalukan diri di sektor tengah dan mempermalukan diri di sektor depan. Jadilah semua sektor berguna untuk tim. Untuk nama Indonesia.

Menang 1-0 pun cukup. Tapi bila ada kesempatan dan ternyata mampu, boleh menang lebih dari 4 gol, agar lebih unggul dari Filipina. “Intinya, jangan berpikir menang banyak. Berpikir menang saja,” tandasnya.(rd)

Editor : Fahmi Akbar